Cegah Kekerasan, SAKA Pesantren PBNU Bakal Gelar Roadshow Pesantren Aman Ramah Anak

4 jam yang lalu 2

Yogyakarta, NU Online

Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren menggelar rapat kerja (Raker) di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Selasa (26/5/2026). Salah satu hasil rapat yakni akan diselenggarakan roadshow pesantren aman ramah anak.

Ketua SAKA Pesantren PBNU Alissa Wahid mengatakan, raker tersebut difokuskan untuk merapikan sejumlah persiapan menjelang roadshow ke berbagai pesantren di Indonesia.

"Kami dalam waktu dekat akan melakukan roadshow ke berbagai pesantren,” kata Alissa.

Dalam roadshow tersebut, kata dia, akan digelar halaqah yang diikuti para pengasuh dan pengurus pesantren. Selain itu juga akan ada pelatihan bagi ustadz, ustadzah, musrif, musrifah, hingga santri senior. Kegiatan lain yang disiapkan meliputi pameran dan deklarasi.

Menurut Alissa, program tersebut bertujuan mewujudkan pesantren yang bebas dari kekerasan dan ramah anak.

"Keinginan kita, pesantren itu bebas dari kekerasan dan pesantren ramah anak. Jadi, fokusnya pada rencana tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama pengurus SAKA Pesantren juga tengah mengkristalisasi konsep pesantren aman dan ramah anak, termasuk merumuskan karakteristik serta indikatornya.

"Sebetulnya yang disebut pesantren aman ramah anak itu seperti apa. Dan kita sudah menemukan beberapa hal yang menjadi ciri-ciri karakter dari pesantren aman ramah anak. Nanti tunggu tanggal mainnya,” katanya.

Rencananya, roadshow akan digelar pada Juni hingga Juli 2026 di empat wilayah pesantren, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan luar Jawa.

"Di mana titiknya tentu kita masih izin dulu kepada pengasuh pesantren,” ucapnya.

Dalam agenda tersebut, pesantren yang telah memiliki praktik baik dalam pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying) akan diberi ruang untuk berbagi pengalaman.

"Misalnya pesantren yang sudah punya mekanisme pencegahan kekerasan, pencegahan perundungan atas santri. Tadi kita mendengar sharing dari pesantren Al Muayyad Solo dan Krapyak,” jelasnya.

Alissa menambahkan, hasil pembahasan raker SAKA terkait modul dan SOP pencegahan kekerasan di pesantren akan disiapkan sebagai bahan untuk Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU, sebelum nantinya dibawa dalam pembahasan Muktamar.

"Iya, kami akan menyiapkan bahan-bahan tersebut supaya menjadi pembahasan di komisi program dan organisasi, nanti muncul di sana,” pungkasnya.

Baca Artikel Selengkapnya