BTN sebut perbankan siap hadapi kenaikan BI Rate

1 jam yang lalu 2
Perbankan pada dasarnya telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyatakan industri perbankan telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, setiap bank pada dasarnya sudah memiliki manajemen risiko yang memadai guna mengantisipasi dampak kenaikan BI Rate terhadap biaya dana atau cost of fund.

“Perbankan pada dasarnya telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan,” ujar Ramon dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, perbankan secara berkala juga melakukan stress test dengan mempertimbangkan potensi kenaikan BI Rate yang dapat memengaruhi struktur pendanaan dan likuiditas perbankan.

Maka dari itu, untuk menjaga efisiensi pendanaan di tengah tekanan pasar, perseroan juga terus memperkuat komposisi dana murah atau current account saving account (CASA).

"Untuk mengurangi sensitivitas terhadap tekanan nilai tukar dan biaya pendanaan, BTN juga terus menjaga struktur pendanaan agar tetap efisien melalui penguatan dana murah (CASA) sebagai fokus utama strategi funding perseroan," jelasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen.

Selain itu, suku bunga deposit facility juga naik 50 bps menjadi 4,25 persen, sementara suku bunga lending facility meningkat 50 bps menjadi 6 persen.

Kenaikan BI-Rate tersebut menjadi penyesuaian pertama setelah suku bunga acuan dipertahankan di level 4,75 persen sejak September 2025. Sepanjang 2025, BI sebelumnya telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan mencapai 125 bps.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (20/5) tercatat menguat 52 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.654 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.706 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp17.685 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.719 per dolar AS.

Baca juga: BI-Rate naik, Gubernur BI minta bank lebih efisien agar kredit terjaga

Baca juga: Ekonom: Kenaikan BI-Rate 50 bps tepat, jadi jangkar stabilitas rupiah

Baca juga: BRI fokus jaga keseimbangan bisnis usai BI-Rate naik jadi 5,25 persen

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya