Bahlil: PNBP sektor energi telah capai 40 persen dari target APBN

1 jam yang lalu 4

Tangerang, Banten (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat hingga kuartal I 2026, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor energi sudah mencapai 40 persen dari target pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Di kuartal I 2026, PNBP kita di sektor energi sudah mencapai kurang lebih 40 persen dari target APBN,” ujar Bahlil dalam IPA Convex, di Tangerang, Banten, Rabu.

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026, target pendapatan sumber daya alam sebesar Rp236,614 triliun.

Pendapatan sumber daya alam meliputi sumber daya alam minyak bumi dan gas bumi; dan sumber daya alam nonminyak bumi dan gas bumi.

Baca juga: Freeport Indonesia setor dividen dan PNBP senilai Rp187 triliun

Bahlil menjelaskan capaian tersebut dipengaruhi oleh harga komoditas energi yang meroket. Adapun lonjakan dari harga komoditas energi dipicu oleh perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Menurut Bahlil, kontribusi para pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas) cukup signifikan bagi PNBP.

“Mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mampu menciptakan efek berganda,” kata Bahlil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh 11,6 persen atau Rp171,3 triliun.

Baca juga: PT Timah catat kontribusi pajak dan PNBP di 2025 capai Rp1,62 triliun

Berdasarkan paparan Purbaya, kinerja PNBP sumber daya alam tumbuh 3,9 persen secara tahunan, yakni Rp80 triliun pada periode Januari–April 2025 meningkat menjadi Rp83,1 triliun pada periode Januari–April 2026.

Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga mineral, seperti nikel, tembaga, emas, perak, dan alumunium.

Kenaikan harga juga berlaku pada minyak mentah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel.

Harga tersebut melonjak 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 102,26 dolar AS per barel.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya