BFI Finance setujui pembagian total deviden senilai Rp1 triliun

1 jam yang lalu 4

Tangerang (ANTARA) - Perusahaan pembiayaan BFI Finance menyetujui pembagian total dividen untuk tahun buku 2025 senilai Rp1 triliun dari perolehan laba bersih mencapai Rp1,58 triliun.

"“Nilai total dividen ini setara dengan 65,51 persen dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,58 triliun,” kata Presiden Direktur BFI Finance Sutadi usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Luar Biasa (RUPST & LB) tahun buku 2025 di Tangerang Selatan, Banten, Rabu.

Ia mengatakan total dividen yang dialokasikan adalah Rp70,00 per lembar saham. Nilai itu mencakup dividen tunai interim Rp35,00 per lembar saham yang telah dibayarkan pada 18 Desember 2025, serta dividen tunai final Rp35,00 per lembar saham yang akan dibagikan ke pemegang saham pada 18 Juni 2026.

Hingga Maret 2026, perusahaan mencatatkan total aset sebesar Rp25,3 triliun dengan kinerja didukung oleh piutang pembiayaan dikelola mencapai Rp26,8 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 57,8 persen atau setara Rp15,5 triliun disalurkan untuk pembiayaan modal kerja dari beragam skala usaha.

Sementara sepanjang kuartal satu tahun 2026, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,5 triliun dan masuk dalam kategori relatif stabil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dari sisi komposisi portofolio, pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun pembelian unit masih mendominasi dengan porsi sebesar 68,1 persen.

Sementara itu, pembiayaan berjaminan roda dua berkontribusi sebesar delapan persen, pembiayaan alat berat dan mesin 15 persen serta pembiayaan beragun properti dan lainnya sebesar 8,9 persen.

Hingga 31 Maret 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto dan neto masing-masing tercatat sebesar 1,57 persen dan 0,25 persen, lebih rendah dibandingkan rata - rata industri per Februari 2026 sebesar 2,78 persen.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya