BTN beri pembiayaan Kredit Program Perumahan Rp2,97 triliun per 18 Mei

2 jam yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu menyatakan pihaknya mencatat realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp2,97 triliun hingga 18 Mei 2026.

Angka tersebut terdiri atas KPP dari sisi pasokan (supply) sebesar Rp1,98 triliun, atau sekitar 33 persen dari target tahun ini senilai Rp6 triliun, dan KPP dari sisi permintaan (demand) sebesar Rp987 miliar, atau 24,67 persen dari kuota tahun ini senilai Rp4 triliun.

“Kami di BTN menyadari bahwa penyediaan hunian layak bagi masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sisi,” kata Nixon L.P. Napitupulu di Jakarta, Rabu.

Ia menuturkan, KPP supply bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengembang dalam membangun proyek perumahan, sementara KPP demand memastikan masyarakat memiliki akses pembiayaan yang terjangkau untuk memiliki rumah guna mendukung usaha.

Baca juga: BNPP tinjau dan pastikan program renovasi 15.000 RTLH tepat sasaran

“Dengan menyinergikan kedua aspek tersebut, BTN ingin memastikan ekosistem perumahan nasional dapat tumbuh lebih sehat, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang luas,” ujarnya.

Untuk mengakselerasi penyaluran pembiayaan sekaligus memperkuat keterhubungan antara sisi pengembang dan konsumen, pihaknya pun aktif menggelar akad massal KPP di berbagai daerah.

Pada 3 Mei 2026 di Surabaya, Jawa Timur, perseroan memfasilitasi proses closing bagi 245 debitur KPP dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp305,26 miliar.

Dari jumlah tersebut, sisi supply terdiri atas 66 pengembang senilai Rp171 miliar, enam kontraktor sebesar Rp30 miliar, serta 10 toko bangunan sebesar Rp50 miliar. Sementara dari sisi demand, tercatat sebanyak 163 debitur dengan nilai pembiayaan mencapai Rp53 miliar.

Baca juga: Bank Tanah siapkan lahan 778 hektare dukung program perumahan MBR

Selanjutnya pada 7 Mei 2026 di Lampung, BTN kembali menggelar akad massal KPP dengan realisasi pembiayaan KPP supply sebesar Rp162,6 miliar untuk 100 debitur, serta KPP demand sebesar Rp4,6 miliar.

Nixon mengungkapkan, secara nasional, perusahaan mencatatkan pencairan KPP supply sebesar Rp1,98 triliun dengan dukungan 178 debitur skala UMKM maupun wilayah. Wilayah Jawa Barat menjadi salah satu kontributor terbesar dalam penyaluran tersebut, disusul wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

Sedangkan penyaluran KPP demand berhasil menjangkau 781 debitur secara nasional dengan nilai pencairan mencapai Rp987 miliar. Wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) menjadi wilayah dengan penyaluran terbesar.

“BTN terus melakukan penyelarasan agar proyek-proyek yang didukung melalui KPP supply dapat terhubung langsung dengan basis konsumen KPP demand kami. Dengan integrasi tersebut, proses penyaluran pembiayaan perumahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ucap Nixon.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya