BSI optimis aktivitas mudik dorong peningkatan belanja masyarakat

1 bulan yang lalu 22
Dengan adanya arus mudik ini, masyarakat yang di kota membelanjakan uangnya di daerah masing-masing

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo optimis aktivitas mudik Lebaran tahun ini mampu mendorong peningkatan belanja masyarakat, terutama di wilayah luar Jakarta.

“Dengan adanya arus mudik ini, masyarakat yang di kota membelanjakan uangnya di daerah masing-masing, dan itu kami rasa hal yang sangat baik karena tiap daerah akhirnya ekonominya tumbuh karena ada spending (belanja) yang meningkat,” ucap Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan, optimisme peningkatan belanja masyarakat selama libur Lebaran tersebut sejalan dengan penyaluran pembiayaan perseroan yang tetap tercatat positif pada Januari-Februari 2026, atau dua bulan sebelum periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia mengatakan, pembiayaan BSI tahun ini difokuskan untuk segmen konsumer, yang pada kuartal IV 2025 proporsinya mencapai 46 persen.

Anggoro menyampaikan, kinerja pembiayaan selama dua bulan di awal 2026 tersebut masih sesuai dengan rencana perseroan.

“Kami memang (merencanakan pertumbuhan pembiayaan per bulannya) proporsional dari (target) setahun kan, setahun ini kan kami targetkan pertumbuhan double digit (dua digit) dan untuk pembiayaan aktif sampai dengan dua bulan terakhir ini masih on the track (sesuai rencana),” katanya.

Saat ditanya mengenai adanya kecenderungan masyarakat untuk menyimpan Tunjangan Hari Raya (THR) mereka, Anggoro mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan pemahaman keuangan yang semakin baik dan bijak di masyarakat.

Ia menuturkan, masyarakat kini mulai memahami bahwa sumber daya yang dimiliki terbatas, termasuk uang, sehingga mereka berupaya untuk mengatur kapan uang tersebut harus dimanfaatkan dan kapan harus disimpan.

Namun, Anggoro menilai antusiasme masyarakat untuk berbelanja masih akan tetap ada, apalagi menghadapi hari raya besar keagamaan seperti Idul Fitri.

Hanya saja, ia menyoroti porsi pengeluarannya bisa jadi berubah antara nilai yang disimpan, digunakan untuk keperluan keluarga, maupun dibelanjakan untuk keperluan pribadi.

Spending bisa macam-macam kan, spending-nya bisa untuk keluarga, bisa untuk diri sendiri, kan bisa jadi kan spending-nya untuk keluarga tetap sama, tapi untuk diri sendirinya mungkin berkurang, untuk baju barunya mungkin nggak sebanyak yang tahun lalu,” jelasnya.

“Tapi, poin saya sih (meningkatnya pemahaman untuk menabung) itu sinyal yang baik buat masyarakat bahwa mereka sudah paham bahwa saving (menabung) itu penting,” imbuh Anggoro.

Baca juga: Kemenkeu optimistis ekonomi tumbuh meski ada penutupan di Selat Hormuz

Baca juga: Pemerintah upayakan pasar bersih untuk tarik minat belanja masyarakat

Baca juga: Program mudik ke Jakarta usung tema “Belanja Senang, Cuan Datang”

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya