OJK ajak anggota tim penggerak PKK jadi Duta Literasi Keuangan

3 jam yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono mengajak anggota tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) untuk menjadi Duta Literasi Keuangan.

Ia menyatakan literasi keuangan yang baik penting untuk menghindari bahaya dari perilaku konsumtif hingga jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol).

"Kami berharap anggota PKK dapat menjadi Duta Literasi Keuangan yang tidak hanya memahami pengeluaran keuangan yang baik tapi juga mampu menularkan pengetahuan, pengalaman, dan kebiasaan yang sehat kepada lingkungan sekitarnya," ucap Dicky saat acara edukasi keuangan bertajuk "Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera" di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan di era digital saat ini banyak sekali penawaran produk-produk keuangan, termasuk pinjaman, paylater, hingga investasi, yang langsung masuk ke smartphone masyarakat.

Hal tersebut menyebabkan meningkatnya fenomena fear of missing out (FOMO) sehingga mendorong gaya hidup konsumtif.

"Lindungi masa depan keluarga anak-anak kita generasi penerus dengan pemahaman keuangan untuk tidak ikut-ikutan pinjol dan judol. Nah, ini Ibu-ibu PKK yang punya peran sangat penting," kata Dicky.

Ia menuturkan seorang ibu memiliki peran strategis dalam sistem ketahanan ekonomi nasional sebagai pengatur dan penjaga kesehatan keuangan keluarga.

Tidak hanya sebagai pengelola keuangan, ia mengatakan bahwa sebagian perempuan juga berperan menjadi pencari nafkah. Sebanyak 12,72 persen rumah tangga di Indonesia memiliki perempuan sebagai kepala keluarga dan tulang punggung.

Perempuan juga berperan besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, mengingat 64,5 persen UMKM dikelola oleh perempuan.

Secara global, data International Labour Organization (ILO) pada 2023 juga menunjukkan bahwa 79,3 persen perempuan di dunia berperan ganda sebagai pekerja sekaligus mengurus pekerjaan domestik.

"Luar biasa, artinya perempuan bukan hanya berperan di dalam membangun keluarga, tapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Dicky.

Baca juga: OJK kembangkan aplikasi pengaduan penipuan keuangan untuk masyarakat

Baca juga: OJK panggil TAFS soal dugaan pelanggaran proses penagihan kredit

Baca juga: OJK minta multifinance perkuat mitigasi seiring suku bunga BI naik

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya