BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN

3 jam yang lalu 1
Salah satu yang menjadi data yang mungkin bisa kita gunakan adalah salah satunya adalah dari Sensus Ekonomi 2026

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan akan memanfaatkan berbagai sumber data, salah satunya hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna meningkatkan akurasi data sosial ekonomi masyarakat.

Direktur Metodologi dan Sains Data BPS Setia Pramana usai diskusi metodologi di Jakarta, Jumat menyampaikan pemutakhiran dilakukan secara berkelanjutan melalui sejumlah kanal, baik dari BPS maupun Kementerian Sosial (Kemensos), serta diiringi dengan penguatan metodologi pengolahan data.

Ia menjelaskan, BPS juga terus meningkatkan kualitas metode pemodelan Proxy Means Test (PMT) untuk memperkuat ketepatan pengelompokan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam DTSEN.

Menurut dia, salah satu sumber data yang akan dimanfaatkan dalam proses pemutakhiran tersebut adalah Sensus Ekonomi 2026. Data tersebut dinilai dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus kondisi sosial ekonominya.

"Salah satu yang menjadi data yang mungkin bisa kita gunakan adalah salah satunya adalah dari Sensus Ekonomi 2026. Makanya mohon nanti dengan kualitas data Sensus Ekonomi di mana partisipasi Bapak, Ibu semua di sini menjadi bagian penting dari Sensus Ekonomi yang bisa tidak hanya meng-capture kegiatan ekonomi di masyarakat tetapi juga bisa meng-capture bagaimana kondisi sosial ekonominya aja," katanya.

Setia menegaskan, DTSEN merupakan data yang bersifat dinamis karena kondisi sosial ekonomi masyarakat terus mengalami perubahan. Oleh karena itu, pemutakhiran diperlukan agar data dapat menggambarkan kondisi terkini masyarakat agar desil sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Ia mencontohkan, masyarakat yang sebelumnya masuk kelompok tidak mampu dapat mengalami perubahan kondisi ekonomi menjadi lebih baik, begitu pula sebaliknya. Dengan data yang terus diperbarui, pemerintah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andi Kurniawan menyampaikan pemerintah terus membuka ruang perbaikan terhadap DTSEN, termasuk merespons berbagai masukan terkait kondisi di lapangan.

Ia menyebut pemanfaatan DTSEN telah membantu memperluas cakupan penerima bantuan sosial (bansos), di mana terdapat sekitar 4,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan.

"Pemerintah terbuka untuk menyempurnakan model-modelnya. Saya dari Kemensos juga sudah menyampaikan bagaimana memanfaatkan DTSEN untuk bantuan sosial, bagaimana dulu yang banyak tidak bisa mendapatkan bansos, sekarang ada 4,3 juta KPM baru kini mendapatkan bansos karena kita sudah menggunakan DTSEN," ujar Andi.

Menurut dia, ke depan pemerintah akan membangun Dynamic Social Registry agar perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat terus terekam dalam sistem data.

Ia menyampaikan pemerintah juga tengah mendorong digitalisasi bansos yang direncanakan dan diimplementasikan pada awal 2027.

Andi menambahkan, masyarakat dapat berperan sebagai agen perlindungan sosial untuk membantu warga yang kesulitan melakukan pendaftaran bansos secara mandiri, seperti kelompok lanjut usia atau masyarakat yang tidak memiliki akses perangkat digital.

"Siapa pun boleh jadi agen perlinsos," ujarnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR minta mekanisme sanggah DTSEN lindungi hak warga

Baca juga: BPS sebut masyarakat terdaftar DTSEN tak otomatis penerima bantuan

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya