Bongkar Kecanggihan Su-34 Terbaru Rusia: Dipasang Antena Satelit Khusus untuk Serangan Presisi

1 jam yang lalu 1

Pesawat pembom SU-34 Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertahanan Rusia dilaporkan kembali menerima pengiriman pesawat pembom garis depan Su-34 generasi terbaru pada pekan lalu. Penambahan armada ini dinilai akan memperkuat kemampuan serangan presisi Moskow dalam konflik yang masih berlangsung di Ukraina.

Majalah pertahanan Military Watch (MW) melaporkan, Su-34 terbaru tersebut telah dilengkapi antena khusus yang diduga berfungsi mendukung komunikasi satelit. Kemampuan itu diperkirakan meningkatkan efektivitas pesawat dalam melancarkan serangan presisi terhadap sasaran di medan tempur.

Menurut MW, pesawat pembom Su-34 saat ini menjadi salah satu aset udara yang paling intensif digunakan Rusia dalam operasi militernya di Ukraina. Para analis militer yang dikutip publikasi tersebut menilai kehadiran Su-34 masih menjadi salah satu ancaman udara paling serius yang dihadapi Angkatan Bersenjata Ukraina.

"Rusia diperkirakan akan terus membeli Su-34 dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan jet tempur generasi keempat lainnya," tulis Military Watch. Publikasi itu juga menyebut laju produksi jet tempur siluman generasi kelima Su-57 diperkirakan pada akhirnya akan mendekati tingkat produksi Su-34.

Berdasarkan data yang dihimpun Military Watch, hingga awal 2026 Rusia telah membangun sekitar 212 unit Su-34, termasuk tujuh pesawat uji dan pra-produksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 unit dikirim pada 2024, sedangkan 18 unit diproduksi sepanjang 2025.

Di sisi lain, Rusia juga terus berupaya memperbesar armada jet tempur siluman Su-57 Felon. Kementerian Pertahanan Rusia disebut menargetkan kepemilikan sedikitnya 200 unit Su-57 pada masa mendatang.

Namun, sejumlah pengamat menilai target tersebut masih sulit direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, produksi tahunan Su-57 saat ini diperkirakan masih berada di bawah 10 unit per tahun.

Bahkan apabila lini produksi baru di Kompleks Penerbangan KnAAZ telah beroperasi penuh dan kendala pasokan komponen semikonduktor berhasil diatasi, Rusia diperkirakan tetap memerlukan waktu belasan tahun untuk mencapai target tersebut.

Para analis menilai, apabila proses itu berlangsung hingga sekitar 15 tahun ke depan, Amerika Serikat dan China kemungkinan telah lebih dahulu mengoperasikan jet tempur generasi keenam dalam jumlah yang lebih signifikan, sehingga persaingan kekuatan udara global akan memasuki babak baru.

Baca Artikel Selengkapnya