BI dukung penerbitan Panda Bonds guna pendalaman pasar valas

1 jam yang lalu 4
Ini untuk meningkatkan likuiditas renminbi di pasar onshore dan ini tentunya juga kita harapkan akan membuat struktur baru dalam hal mengurangi volatilitas rupiah terhadap dolar

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mendorong penerbitan instrumen keuangan berdenominasi renminbi, termasuk Panda Bonds dan Dim Sum Bonds oleh pemerintah Indonesia, guna mendukung pendalaman pasar valuta asing (valas) domestik.

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu, mengatakan penerbitan Panda Bonds dan Dim Sum Bonds dapat menjadi alternatif penempatan renminbi sekaligus memperkuat likuiditas mata uang China itu di pasar domestik.

Thomas menambahkan bahwa di sisi lain, BI juga memanfaatkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan mendukung penyediaan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar offshore sebagai alternatif penempatan likuiditas rupiah di pasar luar negeri.

Adapun BI tengah mempercepat implementasi pendalaman pasar uang dan pasar valas sesuai Blueprint Pendalaman Pasar Uang (BPPU) 2030 melalui perluasan transaksi offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap rupiah dengan instrumen spot dan swap di pasar valas domestik.

Langkah tersebut dilakukan seiring semakin luasnya penggunaan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dalam penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi Indonesia-China.

Dari aspek partisipasi, ujar Thomas, BI juga mendorong inisiatif Renminbi Clearing Bank guna meningkatkan kapasitas aliran renminbi dari Tiongkok ke Indonesia sebagai penyedia likuiditas mata uang China

Melalui skema tersebut, penyedia likuiditas renminbi akan memperoleh akses langsung ke People’s Bank of China (PBOC) dan China Interbank Market.

“Ini untuk meningkatkan likuiditas renminbi di pasar onshore dan ini tentunya juga kita harapkan akan membuat struktur baru dalam hal mengurangi volatilitas rupiah terhadap dolar,” kata Thomas.

Masih dalam rangka pendalaman pasar uang dan pasar valas guna mendukung stabilitas rupiah, BI memperluas keikutsertaan perbankan dalam transaksi offshore NDF jual valas terhadap rupiah di pasar luar negeri bagi dealer utama PUVA yang memenuhi persyaratan dari BI.

Selain itu, untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah dan, BI juga memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penyesuaian threshold beli tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying, peningkatan threshold jual DNDF/Forward, serta peningkatan threshold beli dan jual swap, yang berlaku sejak April 2026.

Mulai Juni mendatang, kebijakan tersebut diperkuat dengan penurunan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi 25.000 dolar AS per pelaku per bulan.

Sebagai informasi, Panda Bonds disiapkan pemerintah Indonesia untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan di Jakarta, Rabu (6/5), menjelaskan bahwa langkah diversifikasi ini bertujuan agar ketergantungan Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat dapat dikurangi.

Penerbitan instrumen utang di pasar China tersebut juga akan menguntungkan karena menawarkan tingkat bunga yang lebih kompetitif bagi pemerintah.

Sementara itu, Dim Sum Bonds telah diterbitkan pemerintah Indonesia dengan nilai sebesar 6 miliar yuan atau sekitar Rp13,2 triliun dengan kurs 1 yuan sekitar Rp2.200.

Usai pemerintah mengumumkan pembukaan masa penawaran Dim Sum Bonds pada 23 Oktober 2025, penerbitan tersebut berhasil menarik minat investor onshore (domestik) China dengan total final orderbook mencapai 18 miliar yuan (Rp39,6 triliun).

Baca juga: Purbaya sebut Panda Bond lebih menarik dari Dim Sum Bond

Baca juga: Purbaya buka peluang China terbitkan obligasi di Indonesia

Baca juga: BI sebut Panda Bond dapat tambah penerimaan pemerintah

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya