Bertemu PM Irak, Trump Janji Tarik 2.000 Pasukan AS Akhir September

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi di Gedung Putih, Washington DC pada Selasa (14/7).

Selama pertemuan itu, Trump menjanjikan sejumlah kesepakatan ke Al Zaidi. Ia bahkan menyebut PM Irak itu "juara baru."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Irak memiliki potensi yang luar biasa karena minyaknya dan karena hal-hal lain, tetapi karena minyaknya, dan kita akan melakukan banyak kesepakatan," kata Trump, dikutip Al Jazeera, Selasa (14/7).

"Kita akan menciptakan banyak lapangan kerja bagi kedua negara, dan kita akan mengekstraksi banyak minyak. Banyak minyak yang akan diekstraksi," imbuh dia.

Sementara itu, Al Zaidi mengatakan kunjungan kali ini berbeda dengan kunjungan lain dan menyebut sebagai awal dari "kemitraan ekonomi". Dia juga mengatakan hubungan AS-Irak bergeser dari militeristik ke ekonomi.

Irak sudah lama bergulat dengan pengaruh yang saling bersaing antara Iran dan Amerika Serikat dalam politik domestik. Salah satu pemicu ketegangan adalah keberadaan pasukan AS.

Al Zaidi adalah sosok yang diendorse Trump untuk memimpin Irak. Dia sempat mengancam jika bukan Al Zaidi yang menjadi PM, seluruh bantuan AS ke Irak akan dicabut.

Trump tak setuju dengan Nouri Al Maliki meski mengantongi suara mayoritas karena dianggap dekat dengan Iran.

AS tarik pasukan 

Pada pertemuan itu, Al Zaidi dan Trump mengatakan pasukan AS yang tersisa di Irak yang diyakini berjumlah kurang dari 2.000, akan sepenuhnya akan ditarik pada 30 September.

Al Zaidi juga menjanjikan bahwa pada tanggal yang sama, faksi-faksi bersenjata yang aktif di seluruh Irak akan melucuti senjata.

Pada pidato perdananya di parlemen sebagai PM, Al Zaidi berjanji melucuti senjata berbagai kelompok paramiliter negara itu, yang telah memegang kekuasaan sejak perang yang dipimpin AS di Irak pada 2003.

Dia belum mengatakan bagaimana akan mewujudkan tujuan ambisius itu.

Namun tak lama sebelum keberangkatannya, kelompok Perlawanan Islam di Irak yang didukung Iran mengatakan bakal menolak apa pun hasil kunjungan Al Zaidi.

Irak juga menjadi salah satu dari beberapa front dalam perang AS-Israel dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Ekonomi Irak juga sangat terpukul oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran, lantaran 90 persen dari 3,4 juta barel ekspor bahan bakar fosilnya melewati perairan itu.

(isa/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya