Jakarta (ANTARA) - Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite mengatakan bahwa negaranya berupaya meningkatkan pemahaman mengenai praktik dialog lintas agama dengan berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral pada Rabu.
Dalam kunjungan itu, Thistlethwaite membawa Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC), Imam Shadi Alsuleiman, sebagai bagian dari delegasi guna mempelajari metode pengajaran Islam yang diterapkan oleh para imam dan pengelola Masjid Istiqlal.
“Kunjungan saya ke masjid ini bertujuan membangun persahabatan dengan membawa salah satu imam terkemuka Australia ke sini untuk belajar dari imam dan pengelola masjid mengenai pengajaran ajaran Islam, penghormatan, dan persahabatan. Itu merupakan pelajaran bagi kita semua," kata Thistlethwaite kepada media di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah Australia ingin memperkuat hubungan dengan Indonesia, termasuk dengan masyarakatnya yang memiliki populasi Muslim terbesar di Asia. Kunjungan ke Masjid Istiqlal menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara melalui dialog dan kerja sama antar umat beragama.
Lebih lanjut Thistlethwaite memuji cara Pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia mempromosikan Islam yang menghargai perbedaan serta membangun hubungan lintas budaya dan lintas agama, sembari merujuk kepada Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
“Saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia atas cara yang saling menghargai dalam mengajarkan Islam serta mempromosikan persahabatan lintas budaya dan lintas agama, yang tercermin dengan sempurna melalui Terowongan Silaturahmi," ujarnya.
Ia mengatakan Australia juga sedang memperkuat upaya meningkatkan penghormatan antar umat beragama serta memperkuat keterlibatan dan dialog di antara berbagai komunitas agama.
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite Rod Brazier (kedua dari kanan) saat mengunjungi Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (15/7/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan. (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan.)Pemerintah Australia, kata dia, telah menunjuk seorang duta besar sekaligus utusan khusus untuk urusan Islam yang telah melakukan berbagai penelitian dan upaya untuk mencari cara terbaik dalam memajukan toleransi beragama dan rasa saling menghormati di Australia.
“Kami juga ingin memastikan bahwa para pemimpin politik kami menjalin komunikasi dengan para pemimpin politik Indonesia guna turut mendorong dialog antaragama. Itulah sebabnya saya membawa seorang imam terkemuka dari Australia pada hari ini sebagai simbol pendekatan yang menjunjung tinggi dialog antaragama,” tambahnya.
Baca juga: Indonesia-Australia teken kerja sama strategis jaminan produk halal
Baca juga: Dukung kemakmuran bersama, Australia-Indonesia luncurkan Katalis 2.0
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·