BEI terima audiensi emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi

3 minggu yang lalu 24
Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan telah menerima sejumlah surat permohonan audiensi dari emiten- emiten yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau emiten/saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan belum menerima laporan apapun terkait upaya atau langkah yang akan dilakukan oleh sejumlah emiten tersebut untuk keluar dari kategori HSC.

“Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik. Ada beberapa tanggal dan dari beberapa perusahaan,” ungkap Jeffrey kepada awak media di Media Center Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Jeffrey mengungkapkan telah melakukan audiensi dengan sejumlah emiten terkait status HSC dalam beberapa waktu terakhir, yang mana saat ini terdapat 10 emiten yang masuk kategori HSC sebagaimana telah diumumkan BEI sebelumnya.

Namun demikian, pihaknya tidak menyebutkan nama-nama sejumlah emiten yang telah melakukan audiensi dengan BEI.

Baca juga: BEI catat 11 perusahaan skala besar siap IPO di pasar modal RI

“Sudah ada satu atau dua deh sebelumnya. Tapi, semua yang meminta diskusi tentu kami layani dengan baik,” ujar Jeffrey.

Terhadap emiten kategori HSC, Jeffrey menyebut BEI tidak menetapkan target waktu bagi sejumlah emiten untuk memperbaiki struktur kepemilikan sahamnya, serta tidak akan menetapkan exit policy apapun terhadap emiten tersebut.

Sebagai informasi, sebanyak 10 saham yang masuk kategori HSC telah dikeluarkan dari indeks oleh penyedia indeks global seperti MSCI, dan FTSE Russell pun turut mengumumkan akan mengeluarkan saham HSC dari indeks mereka.

Adapun, berikut merupakan daftar lengkap emiten/ saham kategori HSC:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  • PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK)
  • PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  • PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  • PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  • PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY)
  • PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)

Baca juga: Emiten Pertamina Group tangguh di tengah fluktuasi pasar modal

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya