Jakarta (ANTARA) - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat transaksi isi ulang (top up) kartu uang elektronik melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN mengalami pertumbuhan hingga 180,52 persen secara tahunan (year on year/yoy) per Agustus 2026.
Selain itu, catat perseroan, volume transaksi juga mengalami peningkatan signifikan yakni sebesar 215,57 persen (yoy).
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin banyaknya nasabah yang mengadopsi layanan transaksi digital di Muamalat DIN.
“Dengan begitu, kami berharap produk dan layanan Bank Muamalat dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk hijrah ke layanan keuangan syariah yang nyaman dan penuh berkah,” kata Ricky.
Ia menambahkan bahwa Bank Muamalat terus melakukan transformasi secara berkelanjutan dengan mengembangkan kapabilitas digital.
Menurutnya, inovasi tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan produk, tetapi juga upaya menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan dan bermakna dalam setiap fase kehidupan nasabah.
Ricky juga mengatakan, perseroan terus memperluas kerja sama dengan lebih banyak mitra strategis sehingga fitur di Muamalat DIN dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan nasabah, baik untuk transaksi keuangan syariah maupun kebutuhan spiritual nasabah.
Adapun isi ulang kartu uang elektronik dapat dilakukan melalui Muamalat DIN untuk kartu-kartu seperti E-Money Mandiri, TapCash BNI, Flazz BCA. Selain kartu uang elektronik, Muamalat DIN juga menyediakan fitur transaksi top up dompet digital (e-wallet) yakni OVO, GoPay, LinkAja, dan ShopeePay.
Baca juga: Airlangga: Aset keuangan syariah RI makin kuat, capai Rp3.131 triliun
Baca juga: Bank Muamalat tempatkan pengalaman nasabah untuk tingkatkan kualitas
Baca juga: Bank Muamalat: Pembiayaan SME tumbuh 21 persen capai Rp3,2 T per Juni
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·