Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan ekspansi bisnis yang tetap tumbuh secara berkelanjutan pada tahun ini, dengan penyaluran kredit yang diproyeksikan sejalan dengan pertumbuhan industri.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, penyaluran kredit oleh perseroan difokuskan pada sektor-sektor prospektif yang resilien dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Sejalan dengan itu, Bank Mandiri juga terus memperkuat dukungan terhadap ekonomi kerakyatan melalui akselerasi pembiayaan UMKM sekaligus mendukung berbagai agenda strategis pemerintah termasuk di dalamnya penguatan sektor produktif dan juga pembangunan nasional,” kata Novita menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa.
Novita menambahkan bahwa dukungan terhadap ekonomi kerakyatan merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai agent of development bagi perekonomian nasional.
Adapun dari sisi pendanaan, Bank Mandiri menargetkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kredit.
Dalam hal ini, perseroan tetap berfokus pada peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) agar struktur funding semakin efisien dan likuiditas terjaga. Loan to deposit ratio (LDR) juga akan dijaga pada level yang sehat.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri memperkirakan net interest margin (NIM) tetap stabil yang dicapai melalui penguatan ekosistem, akselerasi transaksi, serta optimalisasi portfolio mix sehingga mendorong terjaganya yield of loan serta cost of fund yang lebih optimal.
Novita mengatakan, kontribusi fee based income juga dilihat perseroan sebagai salah satu faktor pendapatan yang akan terus didorong sebagai sumber pertumbuhan, terutama yang bersifat recurring income.
Hal ini turut diperkuat oleh kapabilitas digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri, serta peningkatan aktivitas dan transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri.
Untuk diketahui, per Maret 2026, pengguna (user) Livin’ by Mandiri tumbuh 27 persen (yoy) mencapai 39 juta pengguna dengan frekuensi transaksi yang tumbuh 13 persen (yoy) ke angka 1,24 miliar transaksi.
Sementara Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 335 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 27 persen (yoy), dengan frekuensi transaksi tumbuh 13 persen (yoy) ke angka 395 juta transaksi. Perseroan mencatat sekitar 85 persen pengguna Kopra merupakan pelaku UMKM.
“Secara keseluruhan, dengan fundamental yang kuat, strategi bisnis yang terarah, serta disiplin dalam pengelolaan risiko, Bank Mandiri optimis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di sepanjang tahun 2026,” kata Novita.
Per akhir Maret 2026, laba konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kredit tercatat tumbuh 17,4 persen (yoy) mencapai Rp1.530 triliun, sedangkan penghimpunan DPK tumbuh 21,1 persen (yoy) mencapai Rp1.675 triliun.
Kinerja tersebut diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga sehingga NPL bank only berada pada kisaran 0,98 persen dan cost of credit (COC) 0,48 persen, dengan coverage ratio yang terjaga pada level 245 persen.
Namun, NIM Bank Mandiri tercatat turun 12 basis poin (bps) secara yoy dari 4,58 persen pada Maret 2025 menjadi 4,46 persen pada Maret 2026.
Kemudian, capital adequacy ratio (CAR) tetap kuat pada level 19,7 persen dan return on equity (ROE) pada level 22,1 persen. Sementara rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) membaik ke level 58,0 persen.
Baca juga: Laba Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen capai Rp15,4 T di kuartal I 2026
Baca juga: Fiskal masih kuat, Purbaya tolak tawaran pinjaman IMF dan Bank Dunia
Baca juga: Mitigasi tantangan 2026, Bank Mandiri fokus pada penetrasi ekosistem
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·