Jakarta (ANTARA) - PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah mengalokasikan dana sekitar 350 ribu dolar AS atau setara Rp5 miliar untuk pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional perseroan.
“Kalau terkait dengan AI itu sendiri, kami mem-budget-kan sekitar 350 ribu dolar AS atau sekitar Rp5 miliar,” ungkap Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis.
Supranoto mengatakan implementasi teknologi AI telah dilakukan perseroan di sejumlah lini bisnis, diantaranya dalam proses pemberian kredit, sistem deteksi penipuan (fraud detection), hingga layanan nasabah.
Ia menjelaskan pemanfaatan AI dalam proses kredit dilakukan untuk membantu melakukan penilaian terhadap portofolio kredit ritel Bank Jago.
Adapun, dengan karakteristik portofolio tersebut, proses penyaringan atau filtering dilakukan berdasarkan level portofolio.
“Penerapan AI ini telah kami lakukan. Ini terkait dengan pemberian kredit, tentunya ini untuk melakukan assessment,” kata Supranoto.
Baca juga: Bank Jago ungkap 3,6 juta penggunanya terhubung ke Bibit dan Stockbit
Baca juga: Bank Jago kantongi laba Rp189 miliar per Juni 2026, tumbuh 49 persen
Selain pada proses kredit, Ia melanjutkan perseroan juga memanfaatkan teknologi AI untuk sistem deteksi penipuan, sebagai upaya membantu mengidentifikasi potensi fraud yang terjadi dalam aktivitas perbankan.
“Kemudian kami juga memiliki fraud detection system yang juga memanfaatkan AI,” ungkap Supranoto.
Kemudian, lanjutnya, perseroan juga memanfaatkan teknologi AI pada layanan customer service, salah satunya melalui chatbot, sehingga memungkinkan memberikan respon secara langsung terhadap pertanyaan-pertanyaan dasar dari para nasabah.
Ia menjelaskan bahwa chatbot berbasis AI dari perseroan digunakan untuk menjawab pertanyaan yang bersifat mendasar dan tidak berkaitan dengan informasi pribadi nasabah.
“Untuk chatbot kami, kami memang dibantu oleh AI juga. Apabila terdapat pertanyaan-pertanyaan yang cukup mendasar dan tanpa ada personal information, itu juga bisa kita jawab secara langsung,” ujar Supranoto.
Supranoto mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi AI menjadi bagian dari upaya Bank Jago untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional sekaligus mendukung proses bisnis yang membutuhkan pengolahan data dan respons secara cepat.
Baca juga: Bank Jago rilis "Rapor Kredit", permudah nasabah pantau riwayat kredit
Baca juga: Bank Jago integrasikan pemantauan portofolio dalam satu aplikasi
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·