IHSG ditutup melemah ikuti bursa Asia dipicu naiknya tensi AS-Iran

1 hari yang lalu 18

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah mengikuti bursa saham kawasan Asia, dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup melemah 88,86 poin atau 1,33 persen ke posisi 6.589,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,27 poin atau 1,25 persen ke posisi 655,98.

“IHSG dan bursa regional Asia melemah yang terbebani meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang menyebabkan melonjaknya harga minyak dan kekhawatiran inflasi, serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, Nico mengatakan minimnya tanda-tanda meredanya konflik antara AS dengan Iran, dilatarbelakangi oleh Iran yang menyatakan kesiapannya untuk menghadapi konflik yang lebih intens.

Baca juga: Danantara masih bahas besaran saham BEI yang akan dimiliki

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperkirakan bahwa perang tidak akan berakhir hingga setelah pemilihan umum selama bulan November 2026.

Nico mengatakan tentunya konflik tersebut akan mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz, sehingga akan mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi.

“Pasar melihat tanda-tanda meningkatnya tekanan inflasi karena harga makanan dan energi yang lebih tinggi mendorong kenaikan biaya sehingga dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Nico.

Di sisi lain, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang data inflasi AS, yang dapat mempengaruhi prospek suku bunga acuan The Fed. Merujuk CME Fedwatch probabilitas sebesar 60,2 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya