Jakarta, CNN Indonesia --
Sedikitnya lima orang tewas akibat terjangan siklon Arnab yang menyebabkan longsor di sepanjang pesisir India di wilayah selatan negara bagian Andhra Pradesh, Rabu (28/10).
Menurut laporan siaran NDTV, kematian terjadi di distrik Vizag, Anakapalle, Kakinada, Konaseema, dan Godavari Barat. Dilaporkan pula bahwa beberapa korban tewas akibat tersengat listrik, sementara korban lainnya tertimpa pohon tumbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan terbarunya, Departemen Meteorologi India menyatakan "Proses pendaratan (badai) telah selesai, dengan wilayah pusat badai telah bergerak sepenuhnya ke daratan."
Departemen tersebut menyebutkan bahwa siklon itu melintasi pesisir Andhra Pradesh dan Yanam sebagai badai siklon yang "sangat parah."
Badai melaju dengan kecepatan angin maksimum mencapai 125-135 kilometer per jam, dan embusan angin hingga 150 km/jam.
Badai itu kemudian melemah menjadi badai siklon yang "parah", menurut laporan dari otoritas di India.
Pihak berwenang mengevakuasi lebih dari 180.000 orang di Andhra Pradesh dan negara bagian tetangga di wilayah timur, Odisha, seiring dengan hujan lebat yang dibawa oleh siklon tersebut ke beberapa distrik.
Angin kencang menumbangkan pepohonan dan merusak infrastruktur lokal sehingga menyebabkan gangguan yang meluas.
Beberapa maskapai penerbangan membatalkan penerbangan menuju Visakhapatnam dan Vijayawada di Andhra Pradesh pada Rabu.
Otoritas di Andhra Pradesh dan Odisha juga memerintahkan penutupan sekolah sebagai langkah pencegahan.
Aktivitas nelayan dihentikan, sementara tim penyelamat tetap bersiaga untuk menanggapi situasi darurat.
Pemerintahan Kepulauan Andaman dan Nikobar juga memerintahkan sekolah-sekolah untuk tetap ditutup selama dua hari, terhitung sejak hari Selasa.
(bac)

53 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·