Airlangga targetkan dokumen IEU-CEPA diteken pekan ini

1 jam yang lalu 2
Kita sudah masuk di upper middle income country. Jadi sudah tidak entitled lagi untuk mendapatkan GSP

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan dokumen Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) diteken pada pekan ini.

Penandatangan itu diperlukan untuk menjaga perdagangan bagi produk Indonesia di pasar Uni Eropa, menyusul berakhirnya fasilitas tarif khusus Generalised System of Preferences (GSP) pada 1 Januari 2027 mendatang.

"GSP facility kita akan mati. Karena GSP itu kan diberikan kepada negara-negara yang pendapatannya low income. Sedangkan, kita sudah masuk di upper middle income country. Jadi sudah tidak entitled lagi untuk mendapatkan GSP. Makanya solusinya IEU-CEPA segera ditandatangani," kata Airlangga di Jakarta, Rabu.

Fasilitas GSP selama ini memberikan keuntungan tarif bagi produk Indonesia di Uni Eropa, sehingga lebih kompetitif dibandingkan produk dari negara lain yang tidak memperoleh fasilitas serupa.

Namun, tahun depan Indonesia tidak lagi berhak memperoleh fasilitas tersebut.

Dengan demikian, Menko Airlangga berharap penandatanganan IEU-CEPA bisa dilakukan akhir pekan ini, sehingga dokumennya dapat segera dibawa ke Parlemen Eropa pada awal November.

"Kalau bisa nanti akhir minggu ini bisa ditandatangani, dan awal November 2026 sudah bisa masuk di parlemennya EU. Kalau sudah parlemen EU, kita juga ratifikasi dari Indonesia," ujarnya.

Adapun IEU-CEPA ditargetkan mulai berlaku pada awal 2027. Untuk itu, kedua pihak tengah menyiapkan kelengkapan dokumen perjanjian dalam bahasa Inggris sebelum memasuki tahapan pembahasan di Parlemen Eropa dan proses ratifikasi di Indonesia.

Baca juga: Kadin: IEU-CEPA menjadi peluang untuk tingkatkan ekspor RI ke Eropa

Baca juga: Indef: IEU-CEPA jadi perluasan pasar bagi industri dan UMKM TPT RI

Baca juga: RI dorong percepatan ratifikasi IEU-CEPA, targetkan berlaku 2027

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya