Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan produktivitas merupakan salah satu indikator penting menuju target pertumbuhan ekonomi enam persen pada 2027.
"Kenaikan produktivitas menjadi penting, terutama pengembangan sumber daya manusia," kata Menko Airlangga dalam acara SUAR Forum 2026 di Tangerang, Banten, Jumat.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemerintah mendorong upaya tersebut melalui sejumlah program strategis seperti Magang Nasional untuk lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi, hingga Pelatihan Vokasi Nasional yang diharapkan mampu menjangkau setidaknya 200 ribu peserta dari berbagai kalangan.
"Oleh karena itu, pemerintah mendorong di tahun ini untuk melanjutkan program magang untuk mereka yang baru lulus dari perguruan tinggi sebanyak 150 ribu lulusan, dan yang kedua (pelatihan) vocational ditargetkan juga bisa mencapai 250 ribu (orang)," ujar dia.
Selain itu, Menko Airlangga mengatakan pemerintah melalui Danantara Indonesia juga menjalin kerja sama dengan perusahaan perancangan chip asal Inggris, Arm Limited untuk mempercepat penguasaan teknologi semikonduktor di Indonesia.
"Kita bekerja sama dengan Arm dari Inggris, dan kerja sama dengan Arm ini diharapkan bisa mendorong sekitar 15.000 new engineers di semikonduktor atau di chips design. Jadi, ini salah satu yang Danantara lakukan investasi di sektor ini," kata dia.
Lebih jauh, Airlangga mengatakan upaya peningkatan produktivitas juga dilakukan beriringan dengan pertumbuhan investasi, peningkatan kinerja ekspor, dan efisiensi logistik.
"Investasi yang diharapkan tumbuh lebih cepat daripada PDB dan diharapkan pada proyek-proyek bernilai tambah tinggi, dan juga proyek tersebut menggunakan value chain yang ada di dalam negeri, terutama yang terkait dengan capital goods ataupun barang modal," jelas Menko Airlangga.
"Kemudian, ekspor terus kita dorong dengan nilai tambah yang ditopang oleh efisiensi daripada logistik," ujar dia menambahkan.
Baca juga: Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
Baca juga: Airlangga: RI prioritaskan transformasi industri berbasis tenaga surya
Baca juga: Airlangga sebut lokasi PFII di Bali masih dalam tahap evaluasi
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·