Pengamat: IHSG turun imbas investor defensif nantikan klasifikasi MSCI

2 bulan yang lalu 32

Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh investor yang bersikap defensif menantikan pengumuman Annual Market Classification Review dari MSCI pada Rabu (24/06) pagi.

Data perdagangan sesi I pada Senin (22/06), IHSG ditutup melemah 77,21 poin atau 1,25 persen ke posisi 6.009,93, yang mana sebelumnya dibuka menguat 39,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.217,05.

"IHSG yang hari ini terkoreksi lebih dari 1 persen lebih banyak dipengaruhi kombinasi faktor eksternal, dan posisi pasar yang mulai defensif menjelang event MSCI review,” ujar Elandry saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Senin.

Menjelang pengumuman klasifikasi pasar oleh MSCI, Elandry mengatakan pasar cenderung masuk fase wait and see dengan karakter volatilitas yang meningkat.

Investor institusi biasanya mulai melakukan rebalancing portofolio lebih awal, sehingga likuiditas di beberapa saham tertentu menjadi lebih tipis dan pergerakan harga terlihat lebih agresif dari biasanya, katanya menjelaskan.

“Kondisi ini membuat IHSG sensitif terhadap arus dana jangka pendek,” ujar Elandry.

Ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak dalam pola konsolidasi dengan volatilitas yang relatif tinggi, hingga terdapat kepastian dari pengumuman klasifikasi pasar oleh MSCI pada Rabu (24/06) pagi.

“Selama net foreign flow belum stabil, market cenderung sideways dengan tekanan sesekali. Namun jika hasil review MSCI tidak jauh dari ekspektasi, peluang technical rebound masih terbuka seiring perbaikan sentimen dan stabilisasi capital flow,” ujar Elandry.

Selain menantikan pengumuman MSCI, Elandry menjelaskan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield US Treasury (UST) kembali menekan emerging market, sehingga memicu capital outflow dan menurunkan risk appetite investor asing di pasar domestik.

“Di saat yang sama, terjadi profit taking di sejumlah big caps yang sebelumnya sudah mengalami penguatan, sehingga tekanan IHSG menjadi lebih terasa,” ujar Elandry.

Data penutupan perdagangan sesi I pada Senin (22/06), IHSG ditutup melemah 77,21 poin atau 1,25 persen ke posisi 6.009,93. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.087.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,32 miliar lembar saham senilai Rp7,61 triliun.

Sebanyak 206 saham naik, 501 saham menurun dan 252 tidak bergerak nilainya.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya