IHSG ditutup melemah seiring sikap hati-hati pasar ke risiko domestik

41 menit yang lalu 1
Perhatian pasar tertuju pada stabilitas keamanan nasional serta faktor fundamental ekonomi makro.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah seiring investor bersikap hati-hati terhadap risiko stabilitas keamanan di tingkat domestik.

IHSG ditutup melemah 95,98 poin atau 1,48 persen ke posisi 6.405,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,40 poin atau 1,46 persen ke posisi 632,55.

"Perhatian pasar tertuju pada stabilitas keamanan nasional serta faktor fundamental ekonomi makro. Pelaku pasar berharap aksi demonstrasi berjalan damai, sehingga stabilitas keamanan dalam negeri terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus (Nico) dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, pelaku pasar fokus mencermati rencana aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8) besok, dengan salah satu tuntutan yaitu pengesahan RUU Perampasan Aset.

Di sisi lain, pelaku pasar menyikapi penilaian dari Fitch Ratings, yang menyampaikan bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen pada 2027 dalam RAPBN 2027 lebih realistis.

Namun demikian, Fitch memberikan catatan ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan kebijakan tidak disiplin fiskal berpotensi mempengaruhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati agenda uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), dengan Destry Damayanti merupakan calon tunggal diusulkan oleh pemerintah.

“Pelaku pasar menanti pandangan nakhoda baru Gubernur BI terkait arah kebijakan moneter, pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta strategi menjaga arus modal asing,” ujar Nico.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia menguat seiring tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan di Timur Tengah, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap potensi kekurangan pasokan energi global.

Pakistan mengatakan bahwa mereka telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan dengan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Pada saat sama, Menteri Luar Negeri Iran dan Oman menyebut bahwa mereka membahas rencana untuk koridor transit sementara melalui Selat Hormuz, bersama dengan proyek untuk membersihkan ranjau dari jalur air tersebut.

"Sehingga, penurunan harga minyak dan berkurangnya kekhawatiran atas gangguan di Selat Hormuz juga mengurangi tekanan terhadap inflasi," ujar Nico.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati perkembangan dari pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China yang tengah berlangsung, pada sesi 25-28 Agustus 2026 dipantau ketat untuk dukungan kebijakan menyusul data ekonomi yang lemah dan janji berulang dari para pembuat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 4,04 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor properti yang turun masing-masing sebesar 2,40 persen dan 2,35 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu TMPO, NICE, SAFE, BIKE, dan JAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni PADA, PSKT, TAMA, FUTR dan PIA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.489.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,15 miliar lembar saham senilai Rp18,06 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 599 saham menurun dan 228 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,61 persen ke 66.258,00, indeks Shanghai menguat 0,59 persen ke 3.912,52, indeks Hang Seng menguat 0,56 persen ke 25.652,97, indeks Kospi menguat 0,97 persen ke 6.808,21, dan indeks Straits Times melemah 0,24 persen ke 5.721,88.

Baca juga: IHSG Rabu dibuka menguat 5,47 poin ke posisi 6.507

Baca juga: IHSG berpotensi variatif di tengah pasar cermati global dan domestik

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya