Islamabad, NU Online
Kebakaran yang melanda unit perawatan bayi di bangsal Ibu dan Anak (Mother and Child Health) Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) Islamabad, Pakistan telah menewaskan 14 bayi, Rabu (26/8/2026) dini hari waktu setempat.
Mengutip The Guardian, juru bicara rumah sakit dr Aneeza Jalil menyampaikan kepada surat kabar Dawn bahwa terdapat 15 bayi di bangsal saat kejadian, dan satu bayi berhasil diselamatkan oleh seorang dokter.
Sejumlah ibu yang baru melahirkan dilaporkan harus berlari menuruni tangga, bahkan memanjat keluar lewat jendela, demi menyelamatkan diri dari kepungan asap.
Menteri Kesehatan Pakistan Mustafa Kamal menambahkan bahwa banyak bayi saat itu berada di dalam inkubator atau menggunakan alat bantu oksigen, dan tabung oksigen yang ada turut memperparah kebakaran.
Sardar Atti ur Rehman (38), yang istrinya baru melahirkan sehari sebelumnya, menceritakan kepanikannya saat asap tebal memenuhi bangsal dan ia berusaha mencari istri serta bayinya yang baru lahir.
"Saya tidak bisa melihat keluarga saya, termasuk bayi saya, tetapi terus mencari," ujar Rehman, dikutip NU Online dari The Guardian (29/8/2025).
Ia mengaku sempat kehilangan penglihatan akibat tebalnya asap saat mencoba menolong seorang ibu lain yang menangis memanggil anaknya di ICU.
“Saya melihat seorang ibu yang menangis dan berteriak memanggil anaknya yang dirawat di ICU. Saya mencoba masuk ke ICU tetapi gagal karena asapnya terlalu tebal. Saya tidak bisa melihat apa pun dan saya kesulitan bernapas. Saya memohon padanya agar menyelamatkan diri dan kami akan mencari anaknya nanti," ungkapnya.
Rehman menyebut hanya ada sedikit staf di bangsal saat kebakaran terjadi, sehingga banyak keluarga pasien dibiarkan mengurus diri mereka sendiri.
Alamzaib Khan (26), mengaku sedang tidur saat terjadi kebakaran. Ia lantas turut berlari ke arah bangsal saat api membesar. "Saya sedang tidur di trotoar ketika saya mendengar orang-orang berteriak dan meratap," katanya.
Setelah memastikan istrinya selamat, Khan mencoba membantu evakuasi di bangsal anak-anak, namun asap yang terlalu tebal membuatnya tidak bisa masuk maupun melihat apa pun di dalam ruangan. Ia mengatakan bahwa istrinya baru saja melahirkan bayi perempuan dua hari yang lalu dan masih dirawat di rumah sakit untuk pemulihan setelah operasi caesar, sedangkan bayinya sudah dibawa pulang.
Saksi lain yang putranya termasuk di antara korban tewas memberikan keterangan bahwa pintu ruang bayi dalam keadaan terkunci dan tidak ada staf yang hadir untuk membukanya, sehingga petugas penyelamat terpaksa memecahkan jendela ruangan tersebut untuk menjangkau para bayi.
Sementara itu, pihak administrasi rumah sakit menyampaikan pernyataan resmi terkait penanganan awal insiden.
"Kebakaran segera berhasil dikendalikan dan anak-anak tersebut langsung dipindahkan ke unit perawatan intensif," demikian pernyataan pihak rumah sakit.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memerintahkan penyelidikan segera atas insiden yang disebutnya sebagai salah satu kebakaran rumah sakit paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
"Situasi yang melibatkan anak-anak seperti ini tidak dapat dimaafkan. Para pelaku harus diidentifikasi, dan tindakan paling tegas harus diambil.” ujarnya.
Mengutip NPR, otoritas setempat telah membentuk komite investigasi lintas lembaga yang diperintahkan menyerahkan laporan dalam waktu 24 jam untuk mengusut penyebab kebakaran, kecukupan sistem keselamatan, serta kesiapan respons darurat.
Kebakaran tersebut dipicu oleh gangguan pada sistem pendingin udara dan bermula sekitar pukul 07.00 waktu setempat di lantai tiga bangsal ibu dan anak rumah sakit tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh NBC News.
The Guardian mencatat bahwa kebakaran besar di gedung-gedung seperti pabrik dan pusat perbelanjaan memang kerap terjadi di Pakistan. Hal tersebut sering dipicu oleh lemahnya peraturan keselamatan dan longgarnya penegakan kode bangunan.
Dawn News menambahkan informasi bahwa layanan kesehatan pemerintah di Pakistan telah lama menghadapi kritik akibat pembiayaan yang kronis minim, infrastruktur yang menua, serta kurangnya budaya inspeksi dan pemeliharaan berkala. Hal tersebut berdampak pada persoalan keselamatan kerap baru terungkap setelah terjadi bencana.
Insiden serupa juga pernah terjadi pada Juni 2024, ketika kebakaran di bangsal anak Rumah Sakit Sahiwal, Provinsi Punjab, menewaskan 11 bayi, sebagaimana dilaporkan oleh Al-Jazeera.

1 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·