Jakarta, NU Online
Kapten Tim Nasional Iran, Mehdi Taremi, melontarkan kritik kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menilai perlakuan yang diterima timnya selama turnamen tidak adil dan mengganggu persiapan maupun pemulihan fisik para pemain.
Usai laga terakhir fase grup melawan Mesir pada Sabtu (20/6/2026), Taremi menyebut berbagai kendala yang dihadapi Iran sejak awal kompetisi belum juga mendapat penyelesaian dari FIFA.
"Ini adalah Piala Dunia yang buruk, sebuah bencana. FIFA seharusnya mampu menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di sini, tetapi sejak awal turnamen masalah-masalah yang kami hadapi belum juga terselesaikan," ujar Taremi kepada awak media dilansir Anadolu.
Ia mengungkapkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat mengunjungi ruang ganti tim Iran seusai pertandingan pertama dan berjanji persoalan yang dihadapi tim akan segera ditangani.
"Mr. Infantino datang ke ruang ganti kami setelah pertandingan pertama dan mengatakan, 'ini baru permulaan.' Tetapi fase grup sudah selesai dan staf logistik kami sampai sekarang belum berada di sini karena tidak mendapatkan visa," katanya.
Menurut Taremi, sebagian staf pendukung penting tim nasional Iran tidak memperoleh visa sehingga tidak dapat mendampingi skuad selama turnamen. Kondisi tersebut, lanjutnya, berbeda dengan tim peserta lain yang dapat membawa seluruh personel pendukungnya.
Selain persoalan visa, Iran juga harus menjalani perjalanan tambahan dari Seattle, Amerika Serikat, menuju Tijuana, Meksiko, setelah pertandingan melawan Mesir. Perjalanan tersebut memakan waktu beberapa jam dan dinilai mengurangi waktu istirahat pemain.
"Kami mencintai masyarakat Meksiko dan kota Tijuana. Namun sebagai pemain profesional yang mengikuti kompetisi profesional, kondisi seperti ini tidaklah tepat," ujarnya.
Taremi menilai perjalanan tambahan yang harus dijalani tim Iran membuat para pemain kehilangan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik.
"Kami tidak punya cukup waktu untuk beristirahat maupun melakukan pemulihan. Itu tidak adil," katanya.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran semula merencanakan Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan selama Piala Dunia. Namun, pada akhir Mei, lokasi tersebut dipindahkan ke Tijuana, Meksiko, menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Persoalan visa telah menjadi perhatian Federasi Sepak Bola Iran sejak menjelang turnamen. Sejumlah pejabat federasi sebelumnya menyatakan bahwa proses penerbitan visa bagi pemain dan ofisial menjadi salah satu tantangan terbesar dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selama turnamen berlangsung, tim Iran beberapa kali menyampaikan bahwa mereka menghadapi kendala dalam proses keluar-masuk wilayah Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada aspek logistik dan persiapan tim selama kompetisi.

2 jam yang lalu
3




English (US) ·
Indonesian (ID) ·