Jakarta (ANTARA) - Masyarakat Indonesia yang bermukim di Thailand selatan terus didorong untuk memperkukuh kebersamaan dan sikap menghargai perbedaan saat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan di negeri seberang.
Menurut Konsul RI di Songkhla Winardi H. Lucky, bulan Ramadhan menjadi momen refleksi sekaligus penguatan solidaritas antar sesama anak bangsa di luar negeri, khususnya mereka yang menetap di Thailand selatan.
“Ramadhan di Thailand memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan di Indonesia. Namun dalam perbedaan tersebut, kita belajar untuk saling menghargai, beradaptasi, dan memperkuat kebersamaan,” kata Winardi, menurut keterangan tertulis Konsulat RI Songkhla dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
“Nilai solidaritas dan kepedulian menjadi fondasi penting bagi komunitas kita di perantauan,” ucap dia, menambahkan.
Disampaikan Konsul RI di Songkhla, konsentrasi terbesar penduduk Muslim di Thailand berada di wilayah selatan negara tersebut, khususnya di lima provinsi paling selatan yang berbatasan dengan Malaysia yakni Narathiwat, Yala, Pattani, Songkhla, dan Satun.
Ramadhan di Thailand selatan memiliki karakteristik tersendiri, mengingat masih kuatnya pengaruh budaya dan tradisi Islam Melayu di provinsi-provinsi selatan Thailand.
Di kawasan Hat Yai Nai, misalnya, masih ada ruas jalan yang berubah menjadi pusat jajanan halal yang ramai dikunjungi masyarakat selama Ramadhan. Salah satu hidangan khas yang identik dengan bulan suci di sana adalah “tupak sutong”, yaitu cumi berisi ketan yang dimasak dengan santan.
Namun, berbeda dengan di Indonesia, pedagang makanan di masa sahur hampir tidak dapat ditemukan, sehingga masyarakat pada umumnya benar-benar menyiapkan santapan sahur secara mandiri di rumah.
“Perbedaan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi diaspora Indonesia dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya setempat,” kata Konsul RI di Songkhla.
Untuk mengobati rasa rindu akan tanah air dan memupuk kebersamaan, KRI Songkhla tetap menyelenggarakan buka puasa dan shalat tarawih bersama setiap pekannya hingga menjelang Idul Fitri.
Agenda tersebut telah dimulai pada Sabtu (28/2) kemarin, dihadiri oleh seratusan WNI dan warga setempat yang dapat menikmati berbagai kuliner khas Indonesia seperti sate padang, gulai, dan ayam lada hijau.
Melalui rangkaian kegiatan bulan Ramadhan tersebut, KRI Songkhla menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan solidaritas di kalangan diaspora Indonesia di Thailand selatan.
Baca juga: Mahasiswa Thailand di UI ungkap senangnya puasa dan Idul Fitri di RI
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·