Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington.
REPUBLIKA.CO.ID, LAS VEGAS -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa kesepakatan final dengan Iran belum tentu dapat dicapai, di tengah komunikasi yang masih berlangsung antara kedua negara. Perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran dilaporkan akan kembali digelar pada akhir pekan ini.
“Kami belum mencapai kesepakatan. Mungkin saja tidak akan tercapai,” kata Trump saat berbicara di hadapan para pendukungnya di Las Vegas, Kamis (16/4/2026).
Meski demikian, Trump menyatakan optimisme bahwa perkembangan dalam waktu dekat dapat membawa “kejutan menyenangkan”, termasuk potensi penurunan harga minyak dan bensin. Ia juga kembali menegaskan bahwa konflik dengan Iran akan segera diselesaikan, namun tidak memberikan kerangka waktu yang jelas.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad pada 11 April setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April menyatakan bahwa kedua pihak gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut dan delegasi AS kembali tanpa hasil.
Situasi semakin kompleks setelah Angkatan Laut AS pada 13 April mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia. Pemerintah AS menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar biaya kepada Teheran, sementara otoritas Iran belum mengumumkan kebijakan resmi terkait rencana pungutan tersebut.
sumber : Antara, Sputnik

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·