Trump Kekeuh Merasa Punya Hak 'Menyerang' Paus Leo XIV

1 jam yang lalu 1

Presiden AS Donald J Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkata dirinya tak memiliki perseteruan apapun dengan Paus Leo XIV, tetapi ia menyebut punya hak untuk tak setuju dengan pemimpin Gereja Katolik pertama asal AS itu. Kepada wartawan di Gedung Putih menjelang keberangkatannya ke Las Vegas, Kamis waktu setempat, Trump menuding Paus Leo XIV menginginkan Iran memiliki senjata nuklir, padahal Sri Paus tak pernah mengatakan demikian.

"Paus bisa bicara apapun yang ia inginkan, dan saya mau dia mengatakan apapun yang diinginkannya, tetapi saya boleh tak setuju. Saya pikir Iran tak boleh memiliki senjata nuklir," kata Presiden AS.

Saat ditanya terkait langkah para uskup AS yang membela sang Paus, Trump berkata mendukung Sri Paus "memberitakan Injil", tetapi dia seharusnya tak perlu bicara soal Iran.

"Saya ingin melihatnya memberitakan Injil, saya mendukungnya. Tetapi saya juga tahu bahwa kita tak boleh membiarkan sebuah negara, apalagi negara yang jahat, memiliki senjata nuklir," kata Trump.

"Paus boleh tidak setuju dengan saya dalam hal ini, tetapi sudah pasti kita perlu melakukannya," ucap dia, menambahkan.

Presiden AS itu semakin keras mengritik Paus Leo XIV yang secara terbuka menyatakan penolakannya atas serangan AS-Israel ke Iran sebagai "kegilaan perang". Sri Paus juga menyatakan keprihatinan atas bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.

Trump menuding pemimpin Gereja Katolik itu "lemah" dalam hal politik luar negeri dan secara kontroversial mengeklaim punya peran dalam penunjukannya sebagai Paus. Tindakan Trump ini memicu kecaman dari kelompok Kristen di AS.

sumber : Antara, Anadolu

Baca Artikel Selengkapnya