Padahal aku sangat mencintaimu,
Hanya saja aku tak pandai mengungkapkannya,
Sangat aku ingin membahagiakanmu seutuhnya , tapi seolah selalu terasa ada yg kurang.
Hingga aku sadar dan menyadari nya,..
Kau masih di sini, bersamaku,
seolah semuanya baik-baik saja.
Kita berbicara, tertawa, menjalani hari…
tapi ada yang selalu terasa berbeda.
Aku tahu apa yang ada di lubuk hatimu.
Bukan aku yang kau simpan di sana—
melainkan dia,
yang tak pernah benar-benar kau lepaskan.
Dan aku juga tahu…
kau bertahan bukan karena cinta,
bukan karena aku masih berarti,
tapi karena kau takut pada emosiku,
Karena kau terlalu baik dan berperasaan,
Kau memilih diam,
menyembunyikan rasa yang bukan untukku,
berpura-pura tetap tinggal,
meski hatimu terus pergi menujunya.
Meski kau tau takkan pernah bisa bersama nya,Dan tak ada pilihan selain tinggal bersamaku dengan bayang-bayang dirinya.
Sakitnya bukan karena kau tak mencintaiku,
tapi karena kau memilih untuk tetap di sini
dengan kebohongan yang perlahan membunuhku.
Andai kau jujur sejak awal,
mungkin luka ini tak sedalam sekarang.
Karena yang paling menyakitkan bukan kehilangan—
tapi dicintai dengan setengah hati.
Kini aku mengerti segalanya…
dan untuk pertama kalinya,
aku tak marah.
Karena yang benar-benar pergi bukan dirimu—
melainkan hatimu
yang sejak lama
tak pernah lagi bersamaku.
Dari caramu tertawa bersamaku,
Dari caramu bercanda bersamaku,
Itu semua berbeda ketika dengan nya...
Bisa lepas dan bebas,..
Aku pikir dulu itu semua sudah selesai dan usai , tidak ada lagi yg tersisa..
Hatimu hanya untukku dan kita membangun mimpi bersama,.
Lagi lagi aku terlalu percaya diri, kenyataan nya aku tidak tau selesai apa tidak.
Namun dalamnya lubuk hati seseorang siapa yg tau,
Dan semua itu terlihat dari gerakan dan tindakan.
Aku sadar sekarang, aku yg terlalu mencintaimu hingga aku lupa bahwa kami juga punya perasaan
Dan semua tidak bisa dipaksakan ,.
Semua butuh ketulusan , mungkin kamu tidak menemukan ini dalam diriku..
Tapi tidak apa-apa , aku hanya ingin dekat , aku sudah sadar sekarang...
Maafkan aku tidak bisa mengerti dirimu , tidak bisa mengerti hatimu dari dulu..
Pantas saja aku selalu merasa terasingkan ,semua karena kebodohanku sendiri.
Aku terlalu percaya diri , aku terlalu bangga , terlalu cinta..
aku menganggap kau telah mencintaiku sepenuhnya , hingga aku lupa bahwa kau punya hati sendiri dan kau bebas menentukan untuk mengisi nya dengan apa
Tak bisa kupaksa - paksa , siapapun tak ada yg bisa memaksa , begitu juga dengan hatiku.
Meski begitu , aku tetap mencintaimu seperti biasanya , pun aku tetap disini dan tidak akan pergi
Biar saja kalo kamu ingin pergi , aku relakan ,.
Tentang mimpi-mimpi aku peduli , hanya saja mimpi tentang diriku rasanya terlalu memalukan jika harus kuhangga banggakan didepan mu, karena itu sama sekali tiada artinya
Aku tidak sedih , pun aku juga tidak hancur , aku hanya merasa kasian padamu ... Menjadi korban keegoisan ku...
Padahal aku sangat mencintaimu , sangat menyayangimu , entah kau mengetahui ini apa tidak , hanya saja aku benar benar bodoh dan tidak pandai untuk menyatakan dan mengungkapkan nya.
Hingga akhirnya ......
Aku menerima semuanya , tidak apa-apa aku baik baik saja , sekali lagi maafkan keegoisanku , aku tetep mencintaimu tapi akan kusimpan dalam dalam agar tidak lagi melukaimu
Cinta bertemu cinta adalah penghargaan dan penghormatan..
Cinta bertemu benci adalah luka.
Yg paling kusadari saat ini , aku telah menerima seutuhnya, tidak ada lagi pemaksaan dalam diriku dan penghiburan , biar saja luka ini karena memang nyata adanya , aku tidak ingin berlari kemana mana ,
Biar kunikmati saja , daripada aku dalam kepalsuan dan terus merasa baik baik saja tapi sebenarnya tidak..
Sesuatu yg ada dan apa adanya ini lebih menenangkan daripada yg disodorkan imajinasi sebagai penghiburan sesaat.






English (US) ·
Indonesian (ID) ·