Uji Coba Rudal Hipersonik Dark Eagle AS Berhasil, Siap Diproduksi

2 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat bersiap memproduksi rudal hipersonik Dark Eagle usai berhasil melakukan serangkaian uji coba selama dua tahun terakhir.

Terbaru, AS melakukan uji coba pada Maret 2026 di Cape Canaveral Florida, demikian dikutip Inside Defence.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya pada Desember 2024, mereka juga berhasil mengetes Dark Eagle dari lokasi peluncuran yang sama.

AS pertama kali melakukan uji coba rudal tersebut pada Juni 2024 di Hawaii. Misil ini melesat sejauh lebih dari 3.200 km menuju target di Kepulauan Marshall.

Setelah uji coba itu, Dark Eagle siap memasuki tahap produksi menyusul kontrak yang sudah dikantongi senilai US$2,7 miliar atau setara Rp48,15 triliun.

Jika sudah jadi, rudal itu diperkirakan akan dibanderol seharga US$40 juta atau sekitar Rp713 miliar per unit. Ini menunjukkan bahwa kontrak tersebut maksimal memproduksi 67 rudal.

Namun, tak menutup kemungkinan rudal yang diproduksi jauh lebih sedikit karena tetap perlu pengujian dan pengembangan.

Nantinya, rudal tersebut akan digunakan Satuan Tugas Multi Domain (MDTF) Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS untuk serangan cepat konvensional mereka.

Di MDTF, rudal akan bertugas dengan peluncur rudal jarak menengah Typhon, yang bisa menembakkan rudla jelajah Tomahawk dan SM-6.

Menurut berbagai laporan Dark Eagle memiliki daya jangkau 2.775 km, tetapi jangkauan sebenarnya bisa mencapai 3.500 kilometer.

"Saya bisa mengukur jarak daratan China dari Guam," kata Direktur Hipersonik Energi Terarah Ruang Angkasa dan Akuisis militer AS, Francisco Lozano, beberapa bulan lalu, dikutip Calibre Defence.

Dark Eagle disebut-sebut berperan untuk melemahkan pertahanan udara dan jaringan China. Oleh karena itu, rudal harus mampu menyerang sistem pertahanan udara, pos komando, dan kapal.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya