Kondisi terkini jalur kereta peninggalan Kesultanan Ottoman yang menghubungkan Istanbul ke Madinah di Stasiun Hejaz di Amman, Yordania pada 9 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemerintah Turki dan Arab Saudi mencapai tonggak sejarah dalam hubungan transportasi dan logistik. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang transportasi dan perkeretaapian, kata Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloglu di Riyadh pada Selasa (9/6/2026).
"Dalam konteks ini, kami meluncurkan fase baru yang akan memperkuat pertukaran keahlian dan kerja sama teknis di berbagai bidang, mulai dari pusat logistik hingga aplikasi modern," kata Uraloglu di platform media sosial Turki NSosyal, dilaporkan Anadolu.
Dia mengatakan, kedua negara juga memajukan upaya bersama mereka di sektor perkeretaapian. Caranya dengan membangun kerangka kerja yang lebih kuat dan berkelanjutan untuk kerja sama, khususnya di bidang teknologi, infrastruktur, pelatihan, dan sumber daya manusia.
"Semoga langkah-langkah ini, yang akan berkontribusi pada konektivitas, perdagangan, dan pembangunan kawasan kita, membawa manfaat yang berkelanjutan bagi kedua negara kita," ucap Uraloglu.
Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Turki juga menyatakan, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Uraloglu dan Menteri Transportasi Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser. Dengan begitu, kedua negara sepakat menghidupkan lagi jalur kereta warisan Kesultanan Ottoman yang menghubungkan Istanbul, Damaskus, dan Madinah.
"Sebelum tahun 2012, volume transportasi bilateral tahunan kita mencapai 20 ribu. Meskipun saat ini kita masih jauh di bawah angka tersebut karena perkembangan regional, tujuan kita adalah untuk membawa kerja sama kita melampaui level tersebut," ujar Uraloglu.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·