"Indonesia Fair 2026" di KBRI Beijing hadirkan ragam budaya nusantara

1 jam yang lalu 3
..hari ini, kami mengundang sahabat-sahabat China dan sahabat-sahabat dari seluruh dunia untuk menikmati Indonesia bersama kami..

Beijing (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar "Gempita Merdeka Indonesia Fair 2026" sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di kompleks KBRI Beijing yang dihadiri ribuan pengunjung.

"Tema tahun ini adalah Bali dan Indonesia bagian Timur, dari mana saya berasal, jadi kami perkenalkan budaya dan berbagai hal dari Papua, Maluku, Bali, Lombok, Pulau Tanimbar dan lainnya, mari kita pergi ke Indonesia Timur," kata Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun saat membuka "Indonesia Fair" di Beijing, Sabtu.

"Gempita Merdeka Indonesia Fair 2026" dimulai pukul 10.30 waktu setempat meski pada pagi hari, Beijing sempat diguyur hujan dan petir. "Indonesia Fair" merupakan program unggulan tahunan KBRI Beijing yang diselenggarakan untuk memperingati HUT RI sekaligus mempromosikan budaya, pariwisata, fesyen dan produk-produk Indonesia.

Meski sempat hujan tapi sekitar pukul 11.00 waktu setempat halaman KBRI Beijing yang menjadi lokasi pelaksanaan "Indonesia Fair" sudah dipenuhi ratusan orang baik undangan seperti diplomat, pengusaha maupun mitra KBRI maupun masyarakat umum.

Dubes Djauhari dalam sambutannya menyebut sejak 2015, perdagangan Indonesia dan China meningkat tiga kali lipat, investasi China tumbuh 12 kali lipat ke Indonesia dan hanya tahun lalu saja, perdagangan bilateral mencapai sekitar 167 miliar dolar AS.

"Sampai Juni tahun ini sudah lebih dari 100 miliar dolar AS, kami berharap hingga akhir tahun angka itu akan mencapai lebih dari 200 miliar dolar AS," tambah Dubes Djauhari.

Penampilan kelompok tari Papua Baday yaitu para pelajar asal Papua Barat Daya yang sedang belajar di Jining Polytechnic, provinsi Shandong dalam gelaran "Indonesia Fair 2026" di KBRI Beijing, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

"Untuk satu hari hari ini kami ajak rekan-rekan untuk kami merasakan Indonesia, mendengar Indonesia, kami menari mengikuti irama Indonesia. Dan hari ini, kami mengundang sahabat-sahabat China dan sahabat-sahabat dari seluruh dunia untuk menikmati Indonesia bersama kami. Nikmati makanan, musik, produk, keramahan, dan persahabatan kami," ucap Dubes Djauhari.

Dubes Djauhari menyebut hingga H-1 penyelenggaraan, sudah ada 5.800 orang yang mendaftar untuk hadir. Pada tahun lalu, "Indonesia Fair" tercatat dikunjungi sekitar 6.000 orang.

Dalam acara tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Beijing Yulian Wihantoro juga memperkenalkan "Quick Response Code Indonesian Standard" atau QRIS yang sudah dapat digunakan sebagai alat pembayaran di China.

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat Indonesia dapat melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS saat berada di China, begitu pula sebaliknya bagi warga China yang berkunjung ke Indonesia.

QRIS, menurut Yulian, memungkinkan orang-orang melakukan pembayaran lintas batas menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang sudah mereka kenal.

"Jadi, kepada sahabat-sahabat Tiongkok dan semua sahabat internasional kami, pesan saya sederhana, datang dan kunjungi Indonesia. Nikmati budaya, makanan, dan destinasi indah kami. Anda dapat mencoba QIRS secara langsung dan nyata di stan-stan kami hari ini," ujar Yulian.

Saat pembukaan acara, Kelompok tari Indonesia Yingde, yaitu sanggar tari yang didirikan oleh Huang Huilan, keturunan Tionghua yang lahir di Takengon, Aceh dan pindah ke China pada 1967, membawakan tari asal Bali, sesuai dengan tema "Indonesia Fair 2026".

Sanggar tari tersebut berada di Desa Yingde, kecamatan Donghua, provinsi Guangdong, China. Huang Huilan bersama teman-temannya juga lahir dan berasal dari Indonesia tapi kemudian pindah ke desa Yingde kemudian konsisten mempertahankan serta mengembangkan seni dan budaya Indonesia termasuk ke generasi kedua dan ketiga yang saat ini menjadi penari aktif di sanggar tersebut.

Setidaknya terdapat 30 stan dalam "Indonesia Fair 2026" yang menampilkan berbagai khasanah masakan khas Indonesia seperti rendang, soto, gorengan, sate, siomay, cireng, bakso, dan makanan maupun minuman seperti cendol dan kopi dari berbagai wilayah Nusantara.

Terdapat juga kerajinan tangan seperti tas dan berbagai jenis batik yang dijual ke masyarakat Beijing.

Suasana gelaran "Indonesia Fair 2026" untuk merayakan HUT ke-81 RI di KBRI Beijing, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Tidak ketinggalan merek-merek khas indonesia misalnya santan kara, kopi kapal api, mie gemez, tango, dan tentu saja Indomie dengan berbagai rasa dan kali ini ditambah dengan Indomie "frozen".

Sementara untuk pengisi acara ada juga Chesylino, Rizky Teng, dan Wulan Sari, musisi yang dikenal karena banyak memakai nuansa musik pop lokal dari kawasan Indonesia Timur.

Masih ada Trio Obras yaitu trio Djauhari, Dharma dan Irbayana Oratmangun, kelompok tari Papua Baday yaitu para pelajar asal Papua Barat Daya yang sedang belajar di Jining Polytechnic, provinsi Shandong yang membawakan kompilasi tari dari berbagai daerah di Indonesia.

Daniel Pattinama, penyanyi berdarah Maluku yang mengawali karier dengan mengikuti ajang pencarian bakat menyanyi The Voice Indonesia dan konsisten membawakan lagu-lagu genre R&B, pemain kibor Bung Karno.

Selain "Indonesia Fair", sebagai bentuk perayaan HUT ke-81 RI, KBRI Beijing juga mengadakan "family gathering" berupa berbagai perlombaan khas 17 Agustus pada 5 Agustus 2026 lalu. Peserta lomba tidak hanya diplomat dan staf lokal KBRI tapi juga keluarga mereka, para pelajar Indonesia dan WNI lainnya di Beijing.

Perlombaan yang dipertandingkan antara lain makan kerupuk, tarik tambang, lomba bakiak, lomba memasukkan paku ke botol hingga piknik bersama.

Pada 17 Agustus 2026 nanti KBRI Beijing juga akan mengadakan upacara bendera peringatan HUT ke-81 RI mulai pukul 08.00 waktu setempat.

Baca juga: KJRI Houston perkuat kebersamaan diaspora di semarak HUT ke-81 RI

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya