Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran pekan ini setelah diperingatkan oleh sekutu-sekutu Teluk dan para pejabatnya sendiri. Seperti dilansir Middle East Eye, Trump diperingatkan agar tidak melanjutkan perang selama ibadah haji.
Menurut dua pejabat senior Teluk, Trump diberitahu bahwa menyerang Iran selama ibadah haji akan menyebabkan krisis di negara-negara Teluk, karena akan membuat ratusan ribu jamaah haji terlantar.
Sumber-sumber tersebut juga mengatakan bahwa Trump diberitahu bahwa menyerang selama periode suci, yang mengarah pada hari raya Islam Idul Adha, akan semakin merusak reputasi Washington di dunia Muslim.
Seorang pejabat senior AS, yang mengetahui diskusi yang terjadi di dalam pemerintahan Trump, mengkonfirmasi bahwa percakapan tersebut telah terjadi.
Mereka mengatakan bahwa presiden AS telah diperingatkan oleh para pejabatnya sendiri bahwa melanjutkan perang AS-Israel sekarang akan menyebabkan kerusakan reputasi yang serius bagi Trump.
AS sebelumnya menyerang Iran selama bulan suci Ramadhan. Tetapi jika melakukannya selama periode Haji, maka akan menyebabkan tantangan logistik yang sangat besar bagi Arab Saudi yang menampung sekitar satu juta jamaah asing setiap tahunnya.

59 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·