Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam para pengkritik kecerdasan buatan alias akal imitasi (AI) dan pusat data.
Ia menegaskan tidak akan membiarkan industri tersebut hancur, serta mengumumkan pembentukan AI Force di pemerintahan AS.
Trump mengatakan kaum liberal menginginkan pemusnahan atau kehancuran AI, karena itu ia tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga menjelaskan AI Force akan bertugas 'mencari aktor-aktor buruk'. Ia akan segera mengumumkan seorang koordinator AI atau Czar.
"Sebagai Presiden Amerika Serikat, saya tidak akan tinggal diam dan membiarkan hal ini terjadi," tulisnya di platform Truth Social pada Sabtu (19/9).
"Kami sama sekali tidak akan menghambat atau mengekang pertumbuhan industri luar biasa ini. Sebaliknya, kami akan menghargainya, membantunya, dan mengawasinya saat industri ini berkembang!" imbuhnya.
Pembelaan Trump terhadap AI itu disampaikan di tengah penolakan mayoritas warga Amerika terhadap pembangunan pusat data yang membutuhkan energi besar untuk mendukung pengembangan AI di lingkungan mereka.
Trump tetap mendukung pengembangan AI meski sejumlah pemimpin industri teknologi telah memperingatkan risiko pengembangan akal imitasi yang terlalu cepat.
Salah satu peringatan terbaru datang dari mantan peneliti AI Anthropic, Jacob Coxon. Ia mengatakan orang-orang yang mengembangkan teknologi tersebut sungguh-sungguh percaya bahwa teknologi ini dapat membunuh semua pada akhir dekade ini.
Namun, Trump berulang kali menepis peringatan mengenai risiko tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.
Ia mengatakan AS tidak boleh kalah dalam persaingan teknologi dengan China. Trump juga sesumbar satu-satunya pengaman yang diperlukan adalah presiden yang kuat dan cerdas dengan IQ tinggi.
Di unggahan lainnya pada Sabtu (19/9), Trump mempertanyakan istilah artificial intelligence. Ia menawarkan tiga nama alternatif dan meminta masyarakat memilih istilah yang dianggap paling tepat.
Ketiga pilihan yang diajukan Trump adalah superior intelligence, extreme intelligence, dan supreme intelligence.
"Ini adalah Polling, dan saya akan sangat menghargai semua orang untuk ikut memilih! Mana nama terbaik untuk 'Revolusi' yang terus berkembang ini?"
(van/pta)

5 jam yang lalu
2





English (US) ·
Indonesian (ID) ·