Italia Akan Larang Cadar di Sekolah dan Batasi Siswa Asing per Kelas

6 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Italia tengah menyiapkan aturan larangan penggunaan penutup wajah atau cadar di sekolah serta membatasi jumlah siswa asing dalam satu kelas.

Bocoran aturan tersebut diungkap Perdana Menteri Giorgia Meloni saat ia menegaskan kembali citra politik sayap kanannya, Brothers of Italy, dalam sebuah acara kepemudaan yang digelar partai.

"Segera akan diajukan sebuah kebijakan dalam rapat kabinet untuk menetapkan secara hukum jumlah maksimum siswa asing dalam satu kelas," kata Meloni dikutip Reuters, Minggu (20/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan jika hanya ada satu anak dalam satu kelas yang tidak memahami bahasa Italia, maka anak tersebut kemungkinan besar dapat mempelajari bahasa itu dan berintegrasi dengan cepat dengan bantuan teman sekelas dan guru.

"Namun, jika jumlah anak yang tidak memahami bahasa tersebut menjadi banyak atau bahkan mayoritas, itu bukan lagi integrasi, melainkan pengabaian," imbuhnya.

Meloni tidak menyebutkan berapa jumlah maksimum siswa asing yang nantinya diperbolehkan dalam satu kelas.

Menurutnya, kebijakan itu juga mewajibkan orang tua siswa asing yang menghadapi kesulitan serius dalam berintegrasi dengan sistem pendidikan untuk belajar bahasa Italia.

Selain itu, aturan yang tengah digodok juga memuat larangan menggunakan penutup wajah seperti niqob maupun burqa di sekolah.

"Kalian harus bersekolah dengan wajah terbuka, dan di Italia tidak seorang pun, atas nama tradisi yang nyata maupun yang dianggap sebagai tradisi, boleh memutuskan bahwa seorang perempuan muda harus menutupi dirinya," ujar Meloni.

Italia termasuk negara Eropa yang paling banyak menghadapi kedatangan migran karena lokasinya di kawasan Mediterania tengah. Kondisi tersebut menjadikan isu migrasi sebagai persoalan sensitif, sekaligus tantangan besar bagi pemerintahan yang silih berganti.

Integrasi para migran, terutama mereka yang berasal dari negara-negara mayoritas Muslim, masih menjadi isu kontroversial dalam politik dan masyarakat Italia.

Perdebatan mengenai simbol keagamaan, integrasi budaya, aturan kewarganegaraan, dan kebijakan imigrasi kerap memicu polarisasi opini publik.

Menurut Fondazione ISMU, lembaga riset yang bergerak di bidang migrasi, siswa yang bukan warga negara Italia mencapai 11,6 persen dari seluruh siswa yang bersekolah di Italia atau hampir 12 dari setiap 100 siswa.

(pta)

Baca Artikel Selengkapnya