Trump Marah Ditanya Apakah Ia Telah Kesampingkan Opsi Bom Nuklir untuk Iran

49 menit yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesampingkan penggunakan senjata nuklir terhadap Iran dan terlihat marah ketika seorang reporter menanyakan apakah dia akan mencoret opsi nuklir itu, sembari menyebut pertanyaan itu "bodoh". Diketahui, AS dan Iran kembali terlibat dalam pertukaran serangan pada Ahad (30/8/2026).

"Saya tidak akan mengatakan itu, tapi jawabannya adalah iya," kata Trump dalam suatu acara di Gedung Putih, Washington, Senin.

"Saya mengesampingkannya, tidak ada alasan untuk itu. Betapa sebuah pertanyaan yang bodoh, sebenarnya!"

Trump mengatakan, bahwa Iran telah "dikatalahkan total secara militer", yang membuat eskalasi nuklir tidak diperlukan. Dia menegaskan AS telah mengalahkan Iran.

"Inilah mereka, mereka dikalahkan sepenuhnya," ujar Trump.

"Jadi saya sekarang mengalahkan mereka dan sekarang saya harus menggunakan senjata nuklir untuk mengakhirinya? Betapa pertanyaan yang bodoh!"

Pada kesempatan yang sama, Trump mengatakan bahwa militer AS tidak menutup kemungkinan dapat kembali menyerang Iran jika diperlukan. Sebelumnya pada Senin (31/8/2026), Axios melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran untuk mencegah negara itu memulihkan kemampuan militernya. 

“Para pemimpin mereka (Iran) sebagian besar sudah tewas. Angkatan Laut mereka sudah tidak ada. Angkatan Udara mereka sudah tidak ada. Peralatan pengawasan mereka hampir seluruhnya sudah hancur. Itu bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka. Kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump kepada media.

Rencana serangan terbatas terhadap Iran, ditujukan untuk mengurangi risiko serangan Iran terhadap kapal tanker minyak serta aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di kawasan.

Pada Ahad, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Pulau Larak, Iran, yang berada di Selat Hormuz. Axios melaporkan AS telah melancarkan serangan yang diduga menargetkan peluncur rudal Iran di pulau tersebut.

Media Iran kemudian melaporkan bahwa Teheran menembakkan rudal ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz dan pangkalan AS di kawasan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya menyerang Iran untuk mencegah pasukan negara itu menanam ranjau di Selat Hormuz.

sumber : Antara, Sputnik

Baca Artikel Selengkapnya