Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengeluhkan citra negatif Negeri Zionis di kalangan warga Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Bennett mengatakan bahwa untuk pertama kalinya, warga AS mengasosiasikan Israel dengan istilah genosida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pertama kalinya sejak negara Israel berdiri, di kalangan publik Amerika, Israel mengantongi citra negatif," kata Bennett, seperti dikutip Anadolu Agency.
"Jika Anda bertanya kepada seorang mahasiswa Amerika, 'apa yang terlintas di benak Anda tentang Israel?' Mereka akan menjawab genosida. Itulah situasinya," ucapnya.
Bennett menuturkan negara lain seperti Italia diasosiasikan dengan "pasta atau spageti". Ia tak terima Israel dikaitkan dengan genosida, apalagi "pembunuh bayi".
"Jelas itu tidak benar dan tidak adil, tetapi itulah situasinya sekarang," kata Bennett.
Menurut Bennett, sebagian perubahan opini publik ini terjadi karena pengaruh Qatar di AS.
"Sebagian dari hal ini disebabkan karena kita mengizinkan Qatar untuk beroperasi dan membangun pengaruh selama 25 tahun," ucapnya.
Komentar Bennett ini dilontarkan di tengah meningkatnya kritik internasional atas agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina.
Pada Oktober lalu, Israel dan kelompok milisi Hamas telah memulai gencatan senjata. Namun demikian, Israel terus melanggar kesepakatan dan membunuh 1.300 warga Palestina sejak itu.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 73.000 warga Palestina meninggal dunia imbas agresi Israel sejak Oktober 2023.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah diburu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
(blq/rds)

48 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·