Jakarta, CNN Indonesia --
Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Ju Ae, dikabarkan resmi menjadi calon penerus ayahnya.
Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan menyimpulkan bahwa Kim Ju Ae secara efektif memasuki tahap penunjukan seiring meningkatnya pemberitaan media pemerintah Korut tentangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota parlemen dari Partai Demokrat, Yoon Kun Young, mengatakan badan intelijen percaya penonjolan Kim Ju Ae di pemberitaan selama beberapa waktu terakhir bertujuan mematri di benak warga bahwa ia calon pemimpin berikutnya.
Dilansir dari Seoul Economic Daily, penilaian intelijen ini disampaikan dalam pertemuan Komite Intelijen Majelis Nasional Korea Selatan pada Selasa (1/9).
Sosok Kim Ju Ae wira-wiri di media pemerintah Korut selama beberapa waktu terakhir. Salah satunya, ketika ia dipublikasi sedang menembakkan pistol dan mengoperasikan tank tempur baru.
Baru-baru ini, ia juga diperlihatkan menghadiri peringatan 73 tahun gencatan senjata Perang Korea bersama ayahnya.
Para ahli dan pengamat sejak beberapa tahun terakhir menilai bahwa Kim Ju Ae tengah dipersiapkan menjadi suksesor ayahnya karena ia sering diajak kunjungan ke berbagai acara bahkan situs militer.
Remaja yang diyakini berusia sekitar 12 hingga 14 tahun tersebut pertama kali muncul ke publik pada November 2022 saat ikut ayahnya mengunjungi lokasi peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17.
Dugaan bahwa Kim Ju Ae akan menjadi pewaris mulai menguat setelah media Korea Utara memanggilnya 'tokoh pembimbing hebat'. Semula, ia disebut 'anak kesayangan'.
Istilah yang dalam bahasa Korea disebut 'Hyangdo' itu biasanya diperuntukkan bagi pemimpin tertinggi dan penerusnya.
Spekulasi juga kian kencang setelah Kim Ju Ae hadir di parade militer Hari Kemenangan China pada September 2025. Para pengamat memandang kemunculan Kim Ju Ae di acara penting tersebut merupakan sinyal jelas bahwa ia akan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin baru.
(blq/bac)

51 menit yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·