Indonesia tawarkan proyek infrastruktur Rp207 triliun ke Jepang

54 menit yang lalu 5

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menawarkan sebanyak 32 proyek investasi strategis sektor transportasi dan infrastruktur senilai Rp207,64 triliun kepada investor Jepang melalui forum bisnis yang digelar KBRI Tokyo bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Melalui Forum Indonesia–Japan Transportation and Infrastructure Business Forum and Business Matching 2026 yang berlangsung pada 27–28 Agustus, pemerintah berupaya mempertemukan pemilik proyek Indonesia dengan 50 perwakilan dari 36 perusahaan dan institusi Jepang.

Wakil Duta Besar RI untuk Jepang Maria Renata Hutagalung dalam keterangan tertulis KBRI Tokyo pada Selasa mengatakan kerja sama investasi Indonesia-Jepang yang telah terbangun selama hampir tujuh dekade, tidak hanya berorientasi pada nilai investasi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan kemitraan.

Maria menyatakan bahwa proyek yang ditawarkan berasal dari sembilan BUMN/BUMD dengan nilai investasi indikatif Rp207, 64 triliun.

Proyek yang ditawarkan mencakup 12 proyek jalan dan jalan tol, 10 proyek properti dan pengembangan kawasan hunian, enam proyek perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), serta masing-masing dua proyek pelabuhan dan logistik serta fasilitas fabrikasi baja.

Sekitar tiga perempat proyek yang ditawarkan merupakan proyek brownfield berupa aset yang telah beroperasi, rencana ekspansi, divestasi, dan peluang asset recycling. Proyek tersebut memiliki rekam jejak operasional dan catatan pendapatan yang dapat menjadi bahan pertimbangan calon investor.

Maria menjelaskan bahwa kemitraan dengan Jepang bukan sesuatu yang abstrak, melainkan terlihat nyata dalam infrastruktur yang digunakan masyarakat Indonesia sehari-hari, seperti MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban.

“Yang membedakan investasi Jepang di Indonesia tidak pernah semata-mata soal nilai, melainkan kualitas rekayasa teknik, disiplin dalam penyelesaian proyek, transfer teknologi dan keahlian kepada tenaga kerja Indonesia, serta kesediaan untuk bermitra dalam jangka panjang,” ujar Maria.

Dia menjelaskan pemerintah RI menyediakan sejumlah dukungan bagi investor Jepang, antara lain penjaminan dan pembagian risiko melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), pembiayaan jangka panjang oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), serta integrasi perizinan melalui Online Single Submission.

Pemerintah juga menyediakan fasilitas tax holiday dan tax allowance, serta dukungan pengembangan keterampilan tenaga kerja melalui pendidikan vokasi dan fasilitas super deduction untuk biaya pelatihan.

Selain itu, skema kerja sama yang ditawarkan juga beragam, mulai dari divestasi, joint venture, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau konsesi, sewa jangka panjang, hingga skema lain yang disesuaikan dengan karakteristik proyek.

Antusiasme investor Jepang terlihat dari kehadiran 50 perwakilan dari 36 perusahaan dan institusi, antara lain Toyota Tsusho, Sumitomo Corporation, Obayashi, Shimizu, Penta-Ocean, Tokyu, JR East, Tokyo Metro, Mitsubishi Electric, Mizuho Bank, SMBC, JICA, dan JETRO.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan memaparkan kepada peserta forum bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

Ferry memberi contoh bahwa pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, inflasi tercatat 3,34 persen secara tahunan, sementara realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun.

Rangkaian forum kemudian dilanjutkan dengan business matching antara pemilik proyek Indonesia dan calon mitra Jepang. KBRI Tokyo menyatakan siap mendampingi calon investor dalam proses penjajakan hingga tindak lanjut kerja sama.

Baca juga: UI dan Tohoku University Jepang bahas kolaborasi riset dan pendidikan

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya