Trump Batalkan Serang Iran, Klaim Dibujuk Negara Teluk

4 jam yang lalu 3

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah menerima permintaan langsung dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Ini yang kesekian kalinya Trump melayangkan ancaman kemudian mundur di detik-detik terakhir.

Trump mengatakan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan memintanya menunda serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan berlangsung esok hari.

Menurut Trump, para pemimpin Teluk itu menilai negosiasi serius saat ini tengah berlangsung dan peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka lebar.

“Mereka meyakini sebuah kesepakatan akan tercapai dan dapat diterima oleh Amerika Serikat, seluruh negara di Timur Tengah, dan bahkan dunia internasional,” kata Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Trump menegaskan kesepakatan tersebut harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. “Kesepakatan itu, yang paling penting, harus memastikan TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!” tulisnya.

Atas dasar penghormatannya kepada para pemimpin Teluk tersebut, Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Daniel Caine, serta militer AS untuk menunda operasi serangan terhadap Iran.

Namun, ia menegaskan militer AS tetap diminta siaga penuh guna melancarkan serangan besar sewaktu-waktu apabila kesepakatan yang dianggap dapat diterima gagal dicapai.

Trump juga menyebut Washington kemungkinan akan menerima solusi diplomatik dengan Iran apabila negara-negara sekutu AS di Timur Tengah merasa puas dengan isi kesepakatan tersebut.

“Jika mereka puas, kemungkinan besar kami juga akan puas,” ujar Trump. Ia kembali menegaskan syarat utama pemerintahannya adalah larangan total bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.

Menurut Trump, para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan UEA meminta penundaan selama dua hingga tiga hari karena mereka yakin kesepakatan final sudah sangat dekat untuk dicapai. Karena itu, ia memutuskan menunda serangan demi memberi ruang bagi terobosan diplomatik.

Baca Artikel Selengkapnya