Terungkap: Pesawat F-5 Iran Bobol Pertahanan Udara AS di Kuwait, Sebabkan Kerusakan Parah

2 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah mengalami kerusakan besar akibat serangan Iran dan jauh lebih buruk daripada yang diketahui publik. Terungkap juga pesawat tempur Iran berhasil menembus pertahanan udara di Kuwait untuk membombardir pangkalan AS.

Bocoran yang diperoleh NBC News, dilansir pada Sabtu, menunjukkan pemerintah menutup-nutupi dampak serangan balasan Iran sejak 28 Februari lalu. NBC menulis bahwa kesimpulannya didasarkan pada temuan lembaga pemikir konservatif American Enterprise Institute dan wawancara dengan staf Kongres dan pejabat AS lainnya.

Penilaian AEI dilaporkan menemukan bahwa Iran mencapai lebih dari 100 target di 11 pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar. Dua pejabat mengatakan kepada NBC bahwa serangan F-5 menandai “pertama kalinya pesawat tempur musuh menyerang pangkalan militer Amerika dalam beberapa tahun.”

Jet tempur F-5 Iran yang tergolong pesawat tempur "kuno" itu, berhasil melakukan pemboman di Kamp Buehring di Kuwait, menembus pertahanan udara berlapis Amerika meskipun terdapat baterai rudal Patriot, pencegat jarak pendek, jangkauan radar canggih, dan jaringan pengawasan regional yang gigih.

Laporan NBC menyatakan bahwa serangan Iran merusak gudang, hanggar pesawat, markas komando, infrastruktur komunikasi satelit, landasan pacu, sistem radar canggih, dan puluhan pesawat, dengan total biaya perbaikan diperkirakan mencapai miliaran dolar.

AEI memperkirakan Iran menimbulkan kerugian lebih dari 5 miliar dolar AS dalam serangan balasannya, menurut NBC. Jumlah tersebut merupakan tambahan dari kematian 13 anggota militer dan cederanya hampir 400 tentara, menurut perhitungan Pentagon.

Kamp Buehring di Kuwait menempati peran sentral dalam arsitektur logistik militer A.S. karena berfungsi sebagai pusat persiapan utama untuk proyeksi kekuatan, operasi pemeliharaan, dan dukungan tempur yang telah diposisikan sebelumnya untuk operasi Amerika di seluruh wilayah CENTCOM yang lebih luas. 

Kedekatannya dengan Kamp Arifjan dan akses terkait ke Pelabuhan Shuaiba menjadikan instalasi tersebut sebagai jalur logistik yang penting, yang berarti keberhasilan serangan di sana menghasilkan dampak strategis yang jauh melampaui kerusakan infrastruktur lokal dan segera mempengaruhi tempo operasional regional.

Menurut para pejabat AS yang dikutip dalam laporan, F-5 Iran mendekat dari ketinggian rendah dan mengeksekusi apa yang digambarkan sebagai serangan “bom bodoh”, melewati sistem Patriot dan jaringan pertahanan udara jarak pendek yang diperkirakan akan menciptakan zona intersepsi yang tumpang tindih.

Rekaman drone Shahed Iran menghantam pangkalan militer AS di Kuwait pada 28 Februari 2026.

Beberapa anggota parlemen Partai Republik dilaporkan kesal karena mereka tidak menerima gambaran lengkap mengenai dampak buruk yang ditimbulkan oleh Iran.

Tuduhan menutup-nutupi bukan hanya mengenai infrastruktur militer. Analisis yang dilakukan The Intercept minggu ini menyatakan bahwa jumlah korban anggota militer Amerika juga lebih tinggi daripada yang diumumkan Pentagon.

Baca Artikel Selengkapnya