Presiden Prancis Emmanuel Macron.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa upaya Uni Eropa memperkuat kemampuan pertahanannya tidak dimaksudkan untuk menggantikan NATO. Langkah tersebut, kata dia, justru merupakan respons atas dorongan Amerika Serikat agar Eropa lebih mandiri dalam menjaga keamanannya.
Macron menyampaikan hal itu usai bertemu Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Sabtu. Ia menekankan bahwa Eropa harus memperkuat pilar pertahanan dalam kerangka NATO, bukan melemahkannya.
“Pelajaran yang harus kita ambil adalah kita tidak boleh lagi bergantung. Kita harus memperkuat pilar Eropa dalam NATO dan membangun Eropa pertahanan, bukan melawan siapa pun dan bukan sebagai alternatif,” ujar Macron.
Menurutnya, selama satu dekade terakhir, Washington telah berulang kali meminta negara-negara Eropa untuk meningkatkan tanggung jawab keamanan mereka. Permintaan itu, kata Macron, disampaikan “kadang dengan halus, kadang tidak.”
Mitsotakis menyambut baik pernyataan tersebut. Ia menilai Amerika Serikat seharusnya mendukung langkah Eropa yang kini mulai serius membangun kemandirian pertahanan.
Ia bahkan menyebut tuntutan AS agar Eropa meningkatkan belanja pertahanan sebagai sesuatu yang “beralasan.” Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat stabilitas kawasan.
Dalam kunjungannya ke Athena, Macron juga memperbarui perjanjian kerja sama pertahanan antara Prancis dan Yunani yang diteken pada 2021. Perjanjian tersebut mencakup klausul bantuan militer timbal balik jika salah satu negara diserang.
“Komitmen ini tidak dapat diganggu gugat dan tidak bisa dinegosiasikan,” kata Macron. Ia menegaskan bahwa pesan ini harus jelas bagi pihak mana pun yang berpotensi menjadi ancaman.
Kerja sama tersebut juga mencakup paket pengadaan militer senilai 3 miliar euro. Yunani membeli 24 jet tempur Rafale dan empat kapal fregat canggih dari Prancis.
Macron dan Mitsotakis bahkan meninjau langsung salah satu kapal fregat tersebut, Kimon. Langkah ini menunjukkan kedalaman kerja sama militer kedua negara.
Yunani sendiri selama ini memiliki hubungan yang tegang dengan Turki. Kondisi ini mendorong Athena untuk terus memperkuat kemampuan militernya.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·