Survei BI perkirakan usaha ritel di Bali tumbuh positif 

3 jam yang lalu 2

Denpasar, Bali (ANTARA) - Survei Bank Indonesia (BI) memperkirakan kegiatan usaha ritel di Pulau Bali tetap tumbuh positif dalam enam bulan mendatang di tengah tantangan krisis geopolitik karena salah satunya didukung stimulus fiskal pemerintah.

"Indeks penjualan dalam enam bulan ke depan, tepatnya pada Agustus 2026 sebesar 194 atau di atas zona optimis dan lebih tinggi dari Juli sebesar 184," kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Senin.

Sedangkan, dalam jangka pendek pada Mei 2026, indeks ekspektasi penjualan (IEP) diperkirakan sebesar 174 atau lebih tinggi dibandingkan indeks yang diperkirakan menyentuh 170 pada April 2026.

Menurut dia, penjualan ritel di Bali yang menunjukkan prospek positif terlihat dari IEP itu menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah.

Adapun bank sentral masih mempertahankan suku bunga kebijakan pada Maret 2026 sebesar 4,75 persen.

Erwin menambahkan pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM untuk mendukung pertumbuhan perekonomian.

Sedangkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus mengimplementasikan operasi pasar murah untuk komoditas strategis.

"Kami bersama TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga," imbuhnya.

Sementara itu, pada Maret 2026 indeks penjualan eceran di Bali masih tumbuh pada skala optimis di atas 100 yakni 123,8.

Adapun faktor pemicunya adalah hari besar keagamaan yakni Nyepi dan Idul Fitri yang meningkatkan konsumsi barang-barang ritel seperti bahan bakar kendaraan bermotor (BBM), pakaian, serta makanan dan minuman.

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Selain itu, data laporan bank umum terintegrasi (LBUT) berkaitan dengan perkembangan kredit tahunan pada lapangan usaha perdagangan hingga Februari 2026 juga menunjukkan peningkatan sebesar 1,46 persen secara tahunan.

Baca juga: BI Bali dampingi UMKM adopsi digital untuk perluas akses pasar

Baca juga: BI Bali sediakan situs web tekan praktik money changer ilegal

Baca juga: BI Bali petakan lima strategi tumbuhkan ekonomi 2026

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya