Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meminta pelaku pasar modal tidak perlu khawatir dengan perubahan posisi Menteri Keuangan setelah dirinya dipercaya Presiden Prabowo Subianto mengisi jabatan tersebut.
Suahasil menilai pergantian tersebut bukan merupakan perubahan besar dalam arah kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melainkan kelanjutan dari upaya yang selama ini telah dilakukan.
"Menurut saya ini bukan perubahan yang apa ya, ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan, kelanjutan," kata Suahasil usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Suahasil mengatakan dirinya selama ini juga berada di lingkungan Kementerian Keuangan sehingga memahami berbagai kebijakan dan pekerjaan yang telah berjalan.
"Teman-teman juga tahu saya selama ini juga di dalam Kementerian Keuangan. Jadi kita akan terus bekerja," ujarnya.
Ia menegaskan Kementerian Keuangan akan melanjutkan upaya menjaga keuangan negara sekaligus melakukan perbaikan agar pengelolaan keuangan negara dapat berjalan lebih baik.
Terkait respons pasar terhadap perubahan posisi Menteri Keuangan, Suahasil menyerahkan penilaian tersebut kepada mekanisme pasar.
"Tentu nanti kita lihat ya, tapi pasar punya logikanya sendiri, silakan saja," jelasnya.
Sebelumnya, Suahasil mengungkapkan Presiden Prabowo memberikan arahan khusus kepadanya untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Suahasil, APBN harus tetap sehat dan kredibel agar mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah, sekaligus mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Baca juga: Suahasil: Prabowo minta kesehatan dan kredibilitas APBN dijaga
Baca juga: Komisi XI DPR nilai Prabowo sudah tepat tunjuk Suahasil jadi Menkeu
Baca juga: Ini profil Menkeu baru pengganti Purbaya
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






English (US) ·
Indonesian (ID) ·