Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019–2024 KH Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya aksi saling serang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman di kawasan strategis Selat Bab el-Mandeb.
Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa pertikaian sesama negara dan bangsa Muslim tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga membawa dampak sistemik yang luas terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan psikologis dunia Islam, termasuk Indonesia.
"Memperhatikan perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, khususnya eskalasi saling serang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman di kawasan strategis Bab el-Mandeb, saya merasa sedih dan prihatin," ujar Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesucian darah dan kehormatan sesama Muslim. Oleh karena itu, Kiai Ma'ruf mengetuk hati nurani para pemimpin Arab Saudi maupun kelompok Houthi agar segera menghentikan kontak senjata demi kemaslahatan bersama.
"Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci," tegasnya.
Jembatan dialog empat pilar
Sebagai langkah konkret dan jalan tengah (tawasuth) untuk meredam krisis, Kiai Ma'ruf menawarkan inisiatif diplomasi perdamaian yang ia sebut sebagai "Jembatan Dialog Empat Pilar".
Pertama, gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin (Jeda Konflik). Menghentikan seluruh operasi militer di Bab el-Mandeb dan wilayah sekitarnya. Jeda ini sangat krusial untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah dan mengamankan jalur perdagangan internasional yang berdampak pada ekonomi global.
Kedua, pengaktifan kembali poros dialog internal umat (Ukhuwah Islamiyah). Mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama tokoh-tokoh ulama dunia untuk bertindak sebagai mediator yang netral. Konflik ini harus diselesaikan dengan semangat persaudaraan Islam, bukan dengan intervensi asing yang justru memperkeruh suasana.
Ketiga, rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik. Mendorong kelompok Houthi dan Arab Saudi untuk duduk bersama menyepakati peta jalan (roadmap) tata kelola keamanan kawasan dengan saling menghormati kedaulatan.
Keempat, jaminan keamanan jalur logistik internasional. Menyepakati zona bebas konflik di Selat Bab al-Mandeb demi kemaslahatan umat manusia.
Melalui inisiatif ini, Kiai Ma'ruf berharap nilai-nilai kedamaian dan semangat ukhuwah Islamiyah dapat kembali menjadi landasan utama bagi para pemimpin di Timur Tengah dalam menyelesaikan persoalan secara bermartabat.
Konflik Saudi vs Houthi
Blokade Houthi, yang diumumkan pada 20 Juli, digambarkan oleh para pemimpinnya sebagai respons "mata ganti mata" terhadap serangan di bandara internasional Sanaa seminggu sebelumnya, yang menurut kelompok tersebut dilakukan oleh Arab Saudi.
Juru bicara Houthi Yaman Mohammed Abdul Salam mengatakan, pada Jumat pagi bahwa kelompok tersebut tidak memblokir Selat Bab al-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.
“Posisi Yaman yang diumumkan… terbatas pada blokade angkatan laut yang hanya menargetkan pihak Saudi sebagai tanggapan atas pengepungan Yaman dan penolakannya untuk menerima pendekatan yang adil terhadap solusi yang menjamin keamanan, kedaulatan, dan kemerdekaan rakyat Yaman,” kata Abdul Salam dalam sebuah unggahan di media sosial, seperti dikutip Al Jazeera.
Sementara itu, juru bicara resmi Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, Turki Al-Malki, mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa milisi Houthi telah melakukan tindakan sembrono dan pengecut dengan menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah.
“Kerajaan Arab Saudi telah dan akan selalu berdiri di samping rakyat Yaman yang bersaudara dan pemerintah mereka, dan di masa-masa sulit ini, kami memperbarui komitmen kami untuk berdiri di samping mereka dalam menghadapi milisi Houthi,” ujar Al-Malki, seperti dikutip Saudi Press Agency.
Ia menyatakan, jika milisi Houthi terus melanjutkan permusuhan tersebut, respons yang tak kenal lelah dan tegas akan dilakukan yang setara dengan itu.

4 jam yang lalu
7




English (US) ·
Indonesian (ID) ·