Badung, Bali (ANTARA) - BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI mengucurkan sebesar Rp8,1 triliun pinjaman daerah hingga Juli 2026 untuk 16 fasilitas publik di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
“Proyek yang dibiayai itu sudah masuk rencana pemda dan proyek tersebut memberikan manfaat sosial ekonomi kepada masyarakat, itu pengukuran kami,” kata Direktur Operasional dan Keuangan SMI Aradita Priyanti di sela forum ekonomi Balinomics Triwulan II-2026 di Legian, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.
Sedangkan secara nasional hingga periode yang sama, pihaknya telah menggelontorkan total komitmen Rp37,19 triliun, yang diakses oleh 79 pemerintah daerah di tanah air dengan total 96 proyek.
Adapun proyek terbanyak berada di wilayah Jawa dengan nilai komitmen mencapai Rp15,8 triliun yang diperuntukkan membiayai proyek 15 fasilitas publik.
Proyek yang dibiayai pinjaman daerah itu di antaranya jalan raya, rumah sakit, pelabuhan, pasar, jaringan irigasi pertanian hingga fasilitas publik lainnya yang memberi manfaat kepada masyarakat.
Untuk di wilayah Bali, ada tujuh pemerintah daerah yang mengakses pinjaman daerah dari BUMN yang ada di bawah Kementerian Keuangan itu, seperti di Kabupaten Bangli untuk perluasan RSUD Bangli serta di Gianyar dan Kabupaten Badung untuk proyek infrastruktur jalan.
Sedangkan di wilayah Nusa Tenggara, proyek yang sudah terbangun dengan anggaran pinjaman daerah di antaranya RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Pasar Jelojok Lombok Tengah.
Aradita memastikan proyek dengan pinjaman daerah skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 itu memberi dampak positif kepada masyarakat misalnya pembangunan pengembangan RSUD Bangli yang dapat meningkatkan kapasitas hingga menambah pemasukan RSUD dengan nilai pinjaman Rp75 miliar.
SMI mencatat pada 2022, pendapatan di RSUD Bangli mencapai Rp55 miliar dan setelah perluasan pembangunan, pendapatan juga melonjak mencapai Rp85 miliar pada 2023.
Begitu juga RSUD Provinsi NTB, mendapat pinjaman skema PEN 2021 sebesar Rp500 miliar, kini mampu meraup pendapatan Rp525 miliar pada 2023, dibandingkan pada 2022 sebesar Rp397 miliar.
"Untuk RSUD Bangli misalnya ada tambahan fasilitas sehingga kapasitas meningkat misalnya ruang perawatan, tempat tidur dan akses kesehatan masyarakat. Begitu juga jalan, berdampak menurunkan logistik, jalan jadi bagus," ucapnya.
Baca juga: OJK: Debitur di Bali dominan bergerak di sektor produktif
Baca juga: Perbankan di Bali terus tingkatkan penyaluran kredit usaha mikro
Baca juga: Bank BPD Bali naik kelas dengan modal inti tembus Rp6 triliun
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·