Jakarta, CNN Indonesia --
Paraguay menyita bank digital besar Ueno Bank, yang disebut memiliki hubungan bisnis dengan Presiden Santiago Peña. Penyitaan tersebut membuat jutaan nasabah terlantar karena tidak bisa mengakses tabungan mereka dan memicu krisis politik di negara tersebut.
Dewan Bank Sentral Paraguay sepakat mengambil alih pengawasan Ueno Bank dalam pemungutan suara pada Senin (2/11) malam. Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (3/11).
Dalam kebijakan itu, bank sentral menunjuk pejabat khusus untuk memeriksa keuangannya dan melindungi aset yang tersisa. Langkah tersebut diambil setelah rasio solvabilitas bank itu turun di bawah setengah dari batas minimum yang diwajibkan aturan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasio solvabilitas merupakan tolok ukur kemampuan bank untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu tertentu. Penyitaan ini memungkinkan regulator memindahkan simpanan nasabah ke lembaga keuangan lain sebelum melikuidasi aset yang tersisa.
Ueno Bank mengklaim memiliki sekitar 3 juta nasabah atau setara dengan 60 persen populasi dewasa Paraguay.
Ueno Bank juga mengelola dana publik senilai US$800 juta (Rp14,44 triliun) hingga US$850 juta (Rp15,34 triliun), termasuk sekitar US$380 juta (Rp6,85 triliun) milik dana pensiun dan kesehatan pemerintah.
Krisis ini semakin membesar setelah jaksa memerintahkan penangkapan delapan orang dalam penyelidikan dugaan pelanggaran kepercayaan dan tindak pidana lainnya. Mereka termasuk Presiden Ueno Bank Juan Manuel Gustale dan CEO Federico Miguel Vázquez Villasanti.
Hingga Selasa (3/11) sore, dua direktur bank lainnya telah ditahan.
Presiden Peña merespons krisis tersebut dengan membatalkan rencana perjalanannya ke sebuah pertemuan internasional di Spanyol. Ia juga meminta Kepala Bank Sentral Paraguay Carlos Carvallo mengundurkan diri.
Peña mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan para pemimpin Kongres untuk mempercepat pembahasan aturan hukum yang mengatur pembayaran kepada nasabah dan menjamin pengembalian dana publik. Ia berjanji akan meminta pertanggungjawaban seluruh pihak yang terlibat dalam keruntuhan bank tersebut.
"Mereka yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan, tanpa pengecualian atau hak istimewa," tulis Peña di media sosial, lapor AP News.
Sementara itu, Carvallo mengaku telah menandatangani surat pengunduran dirinya. Namun, ia akan tetap menjalankan tugas untuk mengawasi proses pengambilalihan Ueno Bank.
"Bank sentral membutuhkan ketenangan untuk menjalankan tugasnya," kata Carvallo.
Nasabah panik tak bisa tarik uang
Penyitaan Ueno Bank membuat jutaan nasabah khawatir kehilangan akses terhadap tabungan mereka.
Nasabah tidak dapat mengakses rekening melalui aplikasi perbankan. Mereka juga tidak bisa menarik ataupun mentransfer uang.
Sejumlah nasabah yang panik mendatangi kantor cabang Ueno Bank di berbagai wilayah Paraguay untuk meminta kepastian mengenai simpanan mereka. Namun, kantor-kantor tersebut tutup dan polisi berjaga di sekitar lokasi.
Salah satu nasabah, Víctor González, mengaku kecewa karena tidak mendapatkan kepastian mengenai tabungannya saat mendatangi kantor pusat bank. "Ini benar-benar mencoreng nama baik negara," kata González.
Keruntuhan Ueno Bank turut menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan perbankan dan hubungan bisnis Presiden Peña dengan pemilik bank tersebut.
Hubungan Peña dengan Ueno Bank menjadi sorotan sejak awal masa pemerintahannya pada 2023. Tak lama setelah dilantik, Peña menunjuk Carvallo untuk memimpin bank sentral.
Penunjukan tersebut menuai kritik karena Carvallo sebelumnya pernah memimpin lembaga pendahulu Ueno Bank. Sejumlah pihak menilai kondisi itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Meski demikian, regulator menyatakan Carvallo telah menarik diri dari pengambilan keputusan yang berkaitan dengan Ueno Bank.
Peña tercatat pernah menjadi mitra bisnis konglomerat yang memiliki Ueno Bank, Grupo Vázquez, hingga Maret 2025.
Peña berulang kali membantah kekhawatiran mengenai kondisi keuangan Ueno. Ia bahkan menuding media menyebarkan ketakutan terkait bank tersebut.
Krisis Ueno Bank kini berkembang menjadi persoalan politik. Sejumlah senator oposisi menyatakan akan mengupayakan pemakzulan Peña karena penanganannya terhadap dana publik yang disimpan di bank tersebut.
Namun, upaya pemakzulan tersebut menghadapi tantangan karena Partai Colorado yang dipimpin Peña menguasai kedua kamar Kongres.
Peña sendiri tidak dapat mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden 2028. Namun, persaingan di internal partai untuk menentukan penggantinya mulai memperlihatkan perpecahan.
(mge/dna)

1 jam yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·