Sentimen global dongkrak transaksi olein tembus Rp7 triliun di JFX

2 minggu yang lalu 20

Jakarta (ANTARA) - Di tengah dinamika geopolitik, perubahan pasokan global, hingga pergerakan harga energi dunia, transaksi olein mencatatkan nilai lebih dari Rp7,3 triliun sepanjang Juni 2026 di Jakarta Futures Exchange (JFX).


Sementara itu, perdagangan timah ekspor juga menunjukkan penguatan dengan nilai transaksi mencapai Rp2,6 triliun, mencerminkan meningkatnya aktivitas pelaku pasar dalam merespons volatilitas harga melalui mekanisme bursa.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) Yazid Kanca Surya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis mengatakan peningkatan aktivitas perdagangan tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasar global tidak selalu menjadi tekanan bagi pelaku usaha.

"Sebaliknya, perubahan harga yang terjadi justru membuka ruang bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan
peluang transaksi melalui bursa," katanya.

Dia memaparkan produk olein menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang Juni. Volume transaksi meningkat selama tiga pekan berturut-turut, dari 6,2 ribu lot pada awal Juni menjadi 27 ribu lot pada pekan terakhir Juni.

Seiring dengan itu, nilai transaksi bertumbuh dari Rp1,3 triliun hingga mencapai Rp2,8 triliun pada pekan terakhir Juni. Secara keseluruhan, transaksi olein sepanjang Juni mencapai lebih dari Rp7,3 triliun.
Peningkatan transaksi olein, menurut dia dipengaruhi oleh gejolak harga yang terjadi di pasar energi global.

"Redanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak mentah dunia sekitar 10 persen. Pergerakan tersebut turut mempengaruhi harga CPO dan olein, baik di pasar internasional maupun domestik," katanya.

Sementara itu perdagangan timah ekspor menjadi salah satu produk yang mencatatkan peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni. Setelah sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7 – 3 Juni, volume transaksi melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya dan kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21 – 27 Juni 2026.

Sejalan dengan itu, nilai transaksi naik dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, sebelum mencapai Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni, lanjut Yazid, peningkatan transaksi timah didorong oleh kombinasi faktor domestik maupun global.

Menurut dia dari sisi domestik, peningkatan transaksi didorong oleh keluarnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari beberapa smelter dengan volume yang cukup besar.

"Sementara itu, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan oleh pembeli internasional untuk memperoleh pasokan timah dari Indonesia," ujarnya.

Baca juga: JFX: Sepanjang Mei makin beragam instrumen dimanfaatkan pelaku pasar

Baca juga: JFX perkuat ekosistem perdagangan berjangka respons situasi global

Ia menambahkan, dari sisi fundamental, pasar timah global masih dipengaruhi oleh ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar serta meningkatnya permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia yang akan mengambil peran dalam tata kelola ekspor komoditas juga mulai menjadi sentimen baru yang diperhatikan pelaku pasar.

Menurut Yazid, nasabah melihat gejolak harga olein sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan, baik untuk memperoleh manfaat dari pergerakan harga maupun sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi harga.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas perdagangan selama Juni memperlihatkan bahwa mekanisme bursa semakin relevan di tengah dinamika pasar komoditas global yang berlangsung cepat.

Sedangkan transaksi emas digital tetap bergerak dinamis sepanjang Juni. Produk Emas Digital Off Exchange sempat mencatat lonjakan aktivitas pada pertengahan bulan sebelum kembali menyesuaikan pada pekan terakhir, sedangkan transaksi Emas Digital On Exchange mengalami peningkatan pada pekan kedua sebelum kembali bergerak lebih stabil.

"Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa masing-masing produk memiliki karakteristik yang berbeda dalam merespons perubahan sentimen pasar, sekaligus memberikan alternatif instrumen bagi pelaku usaha maupun investor sesuai kebutuhan dan strategi pengelolaan risikonya," ujar Yazid.

Pewarta: Subagyo
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya