Sekjen Kemenkeu baru diminta atasi kebocoran penerimaan negara

3 minggu yang lalu 14
Masalah terbesar itu di pelabuhan. Banyak kebocoran. Ini bukan rahasia lagi. Bahkan dari pengalaman dan berdiskusi dengan mantan pejabat, di situ memang paling sulit

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi meminta Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Sekjen Kemenkeu) baru, Robert Leonard Marbun untuk bisa mengatasi kebocoran penerimaan negara.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai Robert adalah orang yang tepat dengan segudang pengalaman. Salah satu tantangan yang harus ia hadapi nanti adalah membongkar praktik lama yang menggerogoti penerimaan negara.

Pelantikan Robert dinilai bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Adanya tekanan geopolitik global menjadikan posisi ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas fiskal nasional.

"Keinginan Purbaya ini adalah orang yang sudah memiliki pengalaman yang mumpuni di bidangnya. Sekjen itu tangan kanan menteri. Di situ letak strategisnya. Apalagi sekarang kondisi global lagi tidak stabil, harga minyak naik, tekanan fiskal pasti terasa,” kata Ibrahim.

Menurutnya, persoalan paling krusial justru berada di dalam negeri atau kepabeanan, tepatnya di pintu-pintu masuk perdagangan seperti pelabuhan dan bandara. Ibrahim pun menyoroti praktik mafia kepabeanan yang dinilai masih marak dan sulit diberantas, karena banyaknya 'pintu' dalam rantai distribusi membuat pengawasan menjadi lemah.

“Masalah terbesar itu di pelabuhan. Banyak kebocoran. Ini bukan rahasia lagi. Bahkan dari pengalaman dan berdiskusi dengan mantan pejabat, di situ memang paling sulit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pola permainan yang terjadi cenderung sistemik. Ketika satu jalur diawasi, jalur lain tetap berjalan. Bahkan dalam banyak kasus, praktik tersebut dilakukan secara kolektif.

“Pintu satu ditutup, pintu lain jalan. Ini sudah berjamaah. Jadi bukan soal satu-dua orang, tapi sistemnya yang harus dibenahi,” tegasnya.

Ibrahim optimistis, jika Sekjen baru mampu memperbaiki tata kelola, khususnya di sektor kepabeanan dan pajak, maka dampaknya akan signifikan terhadap penerimaan negara.

“Kalau ini bisa dibenahi, potensi kenaikan pendapatan pajak itu besar. Tapi kalau tidak, ya akan stagnan seperti biasa,” tutur Ibrahim.

Di sisi lain, keberhasilan Sekjen baru ini juga akan sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan internal birokrasi, terutama dalam membangun integritas di seluruh level. Menurutnya, kultur organisasi di kementerian sangat ditentukan oleh pimpinan.

Adapun, ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyampaikan bahwa sosok Robert Leonard Marbun merupakan pilihan tepat sebagai pendamping kerja dari Menkeu Purbaya.

"Saya tidak meragukan kemampuan Pak Robert dengan segala pengalaman beliau di Kemenkeu maupun di BKPM," ungkapnya.

Robert Leonard Marbun memang dikenal dengan latar belakang tokoh akademik di bidang ekonomi dan kebijakan publik.

Mulai dari karirnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum pada 2011 hingga puncaknya menjabat Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga pada 2016.

Kemudian karirnya pun melejit hingga diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 2018. Dirinya pun pernah menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2024.

Nailul menilai Sekjen Kemenkeu yang baru agar lebih berfokus pada sisi internal untuk memperbaiki tata kelola ASN.

"Dengan kedudukan sebagai Sekjen, saya tidak melihat peran dia dalam penyelesaian tantangan geopolitik. Peran dari Sekjen Kemenkeu kan lebih banyak di internal bukan ke eksternal," kata dia.

Sebagaimana diketahui, dalam struktur Kemenkeu, Sekjen memiliki peran sentral dalam pengelolaan sumber daya manusia. Posisi ini memegang database dan rekam jejak (track record) seluruh pegawai di lingkungan kementerian.

Dengan fungsi tersebut, Sekjen berperan penting dalam proses seleksi dan pengusulan pejabat dari berbagai Direktorat Jenderal. Setiap usulan dapat diuji berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kompetensi pejabat yang diajukan.

Peran ini menjadikan Sekjen sebagai filter utama dalam memastikan bahwa pejabat yang menduduki posisi strategis merupakan individu yang tepat dan memiliki integritas tinggi.

Baca juga: Purbaya kejar 10 perusahaan "underinvoicing" untuk tambah penerimaan

Baca juga: Wamen ESDM: Naiknya harga timah berdampak positif ke penerimaan negara

Baca juga: Purbaya gandeng Menko Polkam atasi ‘beking’ yang hambat penerimaan

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya