Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal organisasi D-8 (Developing Eight) Sohail Mahmood mengusulkan strategi konkret dalam hal koridor perdagangan hingga inovasi halal dalam rangka memajukan ekonomi halal baik di tingkat D-8 maupun menuju pasar global.
“Kita harus membina koridor perdagangan halal D-8 yang terintegrasi, didukung dengan harmonisasi dan saling pengakuan sertifikasi halal yang bertahap,” kata Sekjen Mahmood melalui siaran video dalam agenda D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, upaya tersebut harus diikuti pengembangan interoperabilitas sistem sertifikasi digital, kerja sama bea cukai, penyederhanaan prosedur perdagangan, hingga koridor logistik halal yang terkhusus.
Implementasi langkah tersebut, kata dia, dapat mengurangi biaya secara signifikan dan memfasilitasi pergerakan produk dan layanan halal secara lebih cepat.
Sekjen D-8 melanjutkan, strategi kedua yang mesti ditempuh adalah bekerja sama memperdalam pengembangan ekosistem lokapasar dan platform investasi halal digital yang dapat menghubungkan produsen, UMKM, institusi finansial Islam, otoritas sertifikasi halal, dan pembeli.
“Wahana semacam itu dapat mendorong interaksi bisnis, kemitraan investasi, integrasi rantai pasok lokapasar lintas batas, hingga membuka akses pasar bagi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kita,” ucap dia.
Sebagai strategi ketiga, Mahmood menyerukan kepada negara-negara D-8 agar bersama-sama mengoptimalkan riset dan inovasi ekonomi halal melalui investasi.
Bentuk konkret inovasi tersebut antara lain dalam bentuk pengembangan kawasan industri halal, bioteknologi dan farmasi halal, sistem ketertelusuran berbasis kecerdasan artifisial, logistik halal yang berkelanjutan, dan produksi hijau.
“Dengan inovasi dan keberlanjutan, D-8 akan mampu berkompetisi tak hanya di sektor halal tradisional, tetapi juga industri masa depan,” kata Sekjen Mahmood.
Melalui ketiga strategi tersebut, Mahmood optimistis bahwa negara-negara D-8 akan mampu mencapai target perdagangan intra-organisasi senilai 500 miliar dolar AS pada 2030.
Ia pun menyerukan D-8 agar terus mengoptimalkan kerja sama ekonomi agar dapat menjadi penggerak utama dalam pasar ekonomi halal sedunia, terlebih dengan proyeksi konsumsi masyarakat Muslim sedunia yang dapat melampaui 3,3 triliun dolar AS pada 2028.
Baca juga: Indonesia dorong D-8 jadi kekuatan ekonomi halal global
Baca juga: Pameran halal D-8 pacu target perdagangan Rp9 kuadriliun
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·