Sebanyak 6.036 debitur di NTT mengakses kredit ultra mikro

3 minggu yang lalu 12

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kanwil DJPb NTT) mencatat sebanyak 6.036 unit usaha di NTT telah mengakses fasilitas kredit Ultra Mikro (UMi) sejak Januari hingga Februari 2026.

“Total penyaluran pembiayaan UMi sampai dengan 28 Februari 2026 sebesar Rp35,20 miliar untuk 6.036 debitur,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT Adi Setiawan di Kupang, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan progres penyaluran kredit UMi untuk mendukung usaha ekonomi warga NTT pada awal 2026.

Dia menyebutkan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi penyalur terbesar UMi dengan nilai mencapai Rp25,03 miliar untuk 4.314 debitur.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan kredit mikro ke debitur perempuan Rp53,7 triliun

“Menurut wilayah, penyaluran terbesar bulan Februari 2026 berada di Kabupaten Manggarai Timur sebesar Rp3,36 miliar, disusul Kabupaten Manggarai sebesar Rp3,23 miliar,” tambahnya.

Adapun penyaluran UMi terendah tercatat di Kabupaten Rote Ndao Rp0,48 miliar dan Kabupaten Sumba Tengah Rp0,16 miliar.

Ia juga menyampaikan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran dengan share 81,87 persen, disusul sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan share 7,48 persen dari total penyaluran.

Sementara itu, total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Januari-Februari 2026 sebesar Rp483,0 miliar untuk 9.455 debitur, tumbuh sebesar Rp58,23 miliar atau 13,7 persen (year-on-year/yoy).

Baca juga: Wamenkeu ajak Pemkot Solo perluas kredit UMi lampaui 25 ribu debitur

Ia menjelaskan penyaluran terbesar diraih Kota Kupang Rp62,90 miliar untuk 695 debitur dan Bank BRI menjadi penyalur terbesar dengan nilai Rp385,01 miliar untuk 8.735 debitur, disusul bank BNI Rp35,67 miliar, Mandiri Rp35,14 miliar, BTN Rp21,25 miliar dan Pegadaian Rp3,06 miliar (lima penyalur utama).

Adapun skema KUR mikro mendominasi sebesar Rp350,43 miliar untuk 8.937 debitur dengan porsi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 47,17 persen.

Pemerintah, kata Adi, terus mendorong penyaluran KUR dan UMi yang semakin inklusif dengan menjangkau sektor-sektor potensial di NTT, seperti pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan.

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya